Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Foto: Humas Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Foto: Humas Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)

Bappenas Ajak Komisi XI Bahas soal Peluang Penerbitan Zero Coupon Bond

Kamis, 24 Juni 2021 | 17:59 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengajak Komisi XI DPR RI untuk kembali membahas usulan soal obligasi pemerintah yang tidak membayarkan kupon atau imbal hasil secara periodik (zero coupon bond).

Ia menilai, zero coupon bond bisa menjadi upaya pemerintah untuk mendiverisifikasi surat utang sehingga porsi kepemilikan asing pada surat utang pemerintah berkurang. “Artinya, kita hanya berutang kepada negara sendiri, ke rakyat sendiri, dan ke mata uang kita sendiri. Itu jauh lebih baik,” tutur Suharso dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (23/6).

Menurut Suharso, usulan agar pemerintah menerbitkan zero coupon bond pernah ia lontarkannya saat masih menjabat sebagai anggota DPR. Hal ini dinilainya dapat menjadi benchmarking sehingga suku bunga rupiah akan menjadi lebih murah.

“Jadi, kita steam down suku bunga rupiah lebih murah. Hari ini terjadi crowding out atau persaingan sedemikian rupa antara APBN dan bank. Ini yang harusnya menjadi diskusi yang menarik di Komisi XI. Ke depan mesti kita bicarakan, supaya kita bisa meminjam lebih banyak dengan rupiah, dengan jangka panjang dan murah,” tandas dia.

Meski demikian, Suharso tidak menjelaskan lebih detail terkait zero coupon bond yang ia maskud, apakah akan ditujukan kepada investor di surat berharga negara (SBN) atau kepada Bank Indonesia.

Usulan ini telah dikonfirmasi kepada Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Ridwan, namun ia enggan memberikan tanggapan terkait adanya usulan tersebut. “No comment dulu,” tutur dia saat dihubungi Investor Daily pada Rabu (23/6).

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN