Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Kementerian PPN/Bappenas. Foto: lowongankerjanew.com

Gedung Kementerian PPN/Bappenas. Foto: lowongankerjanew.com

Bappenas: Hingga 2020, SBSN Telah Digunakan untuk Biayai 700 Proyek

Rabu, 20 Januari 2021 | 16:04 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan dalam beberapa tahun terakhir sampai tahun 2020 terdapat lebih dari 700 proyek yang sudah dibiayai oleh penerbitan Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) dengan nilai mencapai Rp 138,35 triliun.

“Kami melihat bahwa pelaksanaan proyek SBSN pada beberapa Kementerian/Lembaga(K/L) saat ini dinilai baik, pelaksanaannya tepat waktu dengan output konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucap Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas J Rizal dalam acara Forum Kebijakan Pembiayaan Proyek Infrastruktur Melalui SBSN Tahun 2021, Rabu (20/1).

Namun, pada beberapa K/L perkembangan proyek SBSN masih perlu diperkuat. Itu lantaran pengerjaan proyek tersebut belum diimbangi dengan kinerja yang optimal.

Rizal mengatakan dalam tiga tahun terakhir masih terdapat peluncuran anggaran proyek yang cukup besar pada kementerian/lembaga dengan nilai sebesar Rp 5,2 triliun.

“Nilai peluncuran ini tentunya akan memberatkan instansi dalam pelaksanaan dan mempengaruhi kinerja kementerian/lembaga pada tahun berikutnya," ucap Rizal.

Rizal mengatakan sejumlah proyek SBSN masih menunjukkan adanya beberapa kendala pada aspek perencanaan, pengadaan dan penganggaran proyek. Sehingga diperlukan penguatan di masing-masing K/L dalam pengelolaan proyek. Seperti mengatur waktu pelaksanaan yang realistis, menajamkan kesiapan pelaksanaan, serta mengendalikan pelaksanaan di daerah termasuk penyelesaian masalah.

"Untuk itu perlu dilakukan perbaikan dalam proses pelaksanaan proyek SBSN serta menyusun rencana kebutuhan dalam jangka yang lebih panjang," ucap Rizal.

Ia  mengatakan untuk meningkatkan kualitas belanja K/L melalui pemanfaatan SBSN pihaknya akan menerapkan perencanaan pembiayaan secara lebih terintegrasi. Integrasi ini dilakukan dengan menanfaatkan dan mempertimbangkan berbagai potensi sumber pendanaan baik Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha  (KPBU) dan transfer daerah serta sinergi antar K/L.

“Sehingga perencanaan proyek SBSN dapat diperkuat melalui beberapa cara di antaranya proyek proyek SBSN harus terintegrasi dengan sumber pembiayaan lainnya. Integrasi ini juga terkait dengan fokus dan operasi pembiayaan,” ucapnya.

Fokus proyek SBSN ini ditujukan untuk memiliki tujuan pembangunan dalam RPJMN 2020-2024 utamanya dalam pemenuhan major proyek yang dimasukan dalam skenario pembangunan seperti transformasi digital, energi terbarukan food estate dan tujuan pembangunan lainnya. Setiap skenario akan menggambarkan tujuan manfaat yang didapat dan bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut melalui kegiatan yang direncanakan.

“Dengan rincian pelaksanaan seperti ini diharapkan pembiayaan proyek akan lebih baik lagi,” ucap Rizal.

Rizal mengatakan alokasi proyek SBSN ke depan akan diberikan lebih besar kepada K/L yang telah terbukti dapat memilih proyek dan mengelola proyek tersebut dengan baik. Pendanaan proyek melalui penerbitan SBSN merupakan inovasi dalam APBN yang beban penerbitannya ditanggung pemerintah oleh karena itu proyek yg ditetapkan diharapkan. Tidak lagi dilakukan perubahan atau pergantian terutama pada saat proyek sedang dalam pelaksanaan.  Pergantian proyek dalam pelaksanaan harus melewati proses penilaian kelayakan dan proses administrasi.

“Dalam situasi pandemi Covid ini K/L  perlu fokus berperan langsung untuk mendukung penanganan pandemi maupun yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” kata Rizal.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN