Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Industrialisasi dan pariwisata di luar Jawa. Sumber: PPM/Bappenas

Industrialisasi dan pariwisata di luar Jawa. Sumber: PPM/Bappenas

Bappenas: Kebijakan Pembangunan 2022 untuk Kurangi Ketimpangan Antarwilayah

Rabu, 16 Juni 2021 | 12:45 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan, kebijakan pembangunan nasional 2022 diarahkan untuk pemerataan ekonomi dan menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar jawa.

“Pengembangan wilayah fokus pada beberapa upaya untuk mempercepat pemulihan dari dampak pandemi Covid-19 dan mengurangi kesenjangan yang perlu terus dioptimalkan,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata dalam Rapat Panja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR, Rabu (16/6).

Ia mengatakan, arah kebijakan pembangunan wilayah tersebut sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan tujuan untuk mengurangi ketimpangan antarwilayah. Selain percepatan pemulihan dampak pandemi, pemerintah juga akan melanjutkan transformasi sosial ekonomi guna meningkatkan rantai produksi.

Selanjutnya mengoptimalkan keunggulan kompetitif wilayah dan meningkatkan pemerataan kualitas hidup antarwilayah. “Target-target itu dituangkan pada masing-masing wilayah yang meliputi tujuh program, yaitu wilayah Sumatera, Jawa-Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan program priroitas pembangunan wilayah Papua,” papar dia.

Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, secara umum prioritas nasional tahun depan diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional serta merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 5,2-5,8%.

Ia menjelaskan, untuk memperkuat ketahanan ekonomi menuju pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan, maka kebijakan pembangunan nasional 2022 akan diarahkan untuk pemulihan aktivitas produksi serta peningkatan nilai tambah dan produktivitas.

“Kami arahkan untuk meningkatkan keterkaitan sektor primer, sekunder, dan tersier. Jadi ini satu rangkaian bisa memberikan nilai tambah lebih baik bagi perekonomian,” tutur dia.

Oleh karena, secara rinci Amalia menyebutkan bahwa arah kebijakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi akan didorong melalui faktor daya beli dan usaha, serta diversifikasi dan peningkatan nilai tambah yang didukung reformasi iklim usaha.

Secara rinci, strategi yang dilaksanakan akan meliputi empat aspek. Pertama, pertanian terkait peningkatan produktivitas pangan dan pertanian untuk pasokan dalam negeri, bahan baku industri dan ekspor, penguatan rantai pasok, serta diversifikasi dan digitalisasi.

Kedua, industri pengolahan melalui peningkatan produktivitas dan daya saing melalui program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hilirisasi sumber daya alam (SDA), peningkatan nilai tambah dan penguatan rantai pasok.

“Pembangunan kawasan industri dilakukan sebagai destinasi investasi dan untuk meningkatkan nilai tambah serta dalam rangka menerapkan industri 4.0 dan digitalisasi, serta penggunaan produk dalam negeri dan mendorong peningkatan ekspor. Selain itu untuk meningkatkan nilai tambah tinggi, sehingga tidak dilakukan ekspor komoditas,” papar dia.
 

Sisi Pariwisata

Ketiga, strategi di sisi pariwisata dilakukan melalui pemulihan pasar pariwisata dan penguatan destinasi unggulan dengan standar tata kelola, infrastruktur, kebersihan dan berkelanjutan serta nilai tambah ekonomi kreatif.

“Pariwisata diarahkan untuk memulihkan sektor pariwisata, sebab kami memahami bahwa di tengah pandemi sektor pariwisata paling lama pulih dibandingkan sektor lain. Tapi, tahun 2022 momentum yang baik bagi kita semua untuk memperkuat dan menata destinasi unggulan pariwisata Indonesia. Jadi, ini bisa lebih competitive dan menarik wisatawan lebih banyak lagi,” tegas dia.

Bahkan, lanjut dia, pemerintah akan terus mengembangkan keterampilan SDM dan memperluas pasar untuk persiapan pemulihan pariwisata yang diproyeksi terjadi pada 2023. Lebih lanjut, untuk UMKM, pemerintah akan mengarahkan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan serta inovasi pembiayaan.

“Mendorong UMKM menjalin kemitraan strategis terutama kemitraan berbasis rantai pasok, konsolidasi usaha didukung oleh produksi dan digitalisasi, dan bagaimana harus terus dilakukan reformasi struktural,” pungkas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN