Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa. Foto: IST

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa. Foto: IST

Bappenas: Perencanaan dari Tingkat Desa akan Berdampak Baik untuk Kebijakan Nasional

Senin, 6 Desember 2021 | 19:37 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan perencanaan dari tingkat awal di desa akan berdampak baik terhadap pembangunan nasional. Bila data yang ada tidak optimal maka implementasi kebijakan tidak bisa berjalan sesuai tujuan pemerintah.

“Melakukan perencanaan dari tingkat awal di desa kalau itu bisa kita lakukan itu luar biasa. Sehingga perencanaan yang benar-benar berbasiskan bukti, data, fakta itu benar-benar bisa kita peroleh kemudian tentu akan dilakukan monitoring dan evaluasi,” ucap Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam acara Penganugerahan Award Desa Cantik 2021 pada Senin (6/12).

Dia mencontohkan tentang kebijakan subsidi pupuk. Selama ini masih simpang siur, sehingga penyaluran pupuk menjadi optimal ke penerima subsidi. Oleh karena itu diperlukan peran dari aparat desa dalam menyiapkan data.

“Kalau semua kepala desa paham betul soal data, sumber kebocoran pertama ini bisa diminimalisir dan ditiadakan sehingga benar-benar cantik. Itu luar biasa sekali penghematan yang akan kita lakukan dari desa,” ucap Suharso.

Suharso menuturkan dengan adanya upaya Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) akan berdampak baik pada peningkatan literasi data. Untuk kedepannya diharapkan seluruh desa di Indonesia bisa menjalankan desa cantik.

“Benar-benar perencanaan pembangunan berdasarkan data tersedia dengan baik dan benar-benar berdasarkan kebutuhan dan prioritas,” ucapnya.

Staf Ahli Menteri PPN Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Oktorialdi mengatakan selama ini sudah cukup banyak sistem informasi dioperasikan oleh desa, dengan beberapa kemiripan sistem, dan overlap komponen data antar sistem, serta belum ada interkoneksi data. Pada satu proses pemetaan pernah ditemukan irisan/kesamaan antar instrumen prakarsa penyelenggaraan data desa sebanyak >variabel/komponen data.

“Dari pemerintahan kita itu ada 72 variabel/komponen yang punya kesamaan akibatnya desa harus berulang kali melakukan input data yang sama ke dalam berbagai aplikasi sehingga pekerjaan tidak efisien waktu dan energi perangkat desa untuk melayani masyarakat banyak terkuras untuk mengoperasikan aplikasi,” ucap Oktorialdi.

Dia menuturkan masih terdapat kelemahan dalam tata kelola desa yaitu belum terdapat implementasi prinsip kualitas data untuk menjamin akurasi dan akuntabilitas data dari desa. Selain itu masih terjadi perbedaan standar operasional pengelolaan (termasuk pemutakhiran) dan pemanfaatan data masing-masing aplikasi.

“Sulit untuk mendukung pemenuhan kuantitas dan kualitas data mulai dari desa secara berkelanjutan dan memastikan desa mendapatkan manfaat dari data secara berkelanjutan pula, akibat belum optimalnya implementasi tata kelola dana desa,” ucapnya.

Untuk ke depannya sangat diperlukan pelaksanaan Satu Data Indonesia secara tematik sebagai implementasi Integrated Data Governance memberi insight spesifik terhadap isu data desa. Pendekatan kolaborasi dengan fokus dan lingkup tematik cukup efisien menyediakan solusi riil terkait integrasi data pemerintah.

“Beberapa contoh diantaranya Satu Data Bencana Indonesia(SDBI) yang sudah sampai tahap penerapan Integrasi Data Dana bantuan Pemerintah yang saat ini dalam tahap perancangan,” ucapnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan desa punya peran penting dalam konteks pembangunan Dalam proses dan siklus pembangunan data punya peran yang penting untuk penyusunan perencanaan pembangunan, data digunakan juga sebagai panduan dalam pelaksanaan pembangunan sesuai dengan tujuan, data punya punya peran buat evaluasi dan pengendalian pembangunan.

“Bagi BPS penting untuk hadir mendampingi desa dan aparatnya tentang pentingnya statistik dalam pembangunan di desa, tujuannya agar desa bisa melakukan perencanaan pembangunan sesuai dengan potensi masing-masing desa,” ucap Margo Yuwono.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN