Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa. Foto: Humas Kementerian PPN/Bappenas

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa. Foto: Humas Kementerian PPN/Bappenas

Bappenas: Strategi Pemulihan Ekonomi Fokus pada Industri Pengolahan

Selasa, 29 Juni 2021 | 23:08 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyatakan strategi pemulihan ekonomi pada situasi pandemi Covid-19 ini berfokus pada pemulihan industri yang memiliki daya ungkit, penyerapan tenaga kerja dan efek pengganda (multiplier effect) yang tinggi dalam kerangka transformasi ekonomi.

“Dengan kontribusi sebesar 19,9% terhadap perekonomian nasional sektor industri pengolahan menjadi kunci bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ucap Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam acara Road to Indonesia Development Forum (IDF) 2021 pada Selasa (29/6).

Disrupsi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 juga mendorong kita untuk melakukan percepatan inovasi khususnya terkait di sektor farmasi, alat kesehatan, otomatisasi dan digitalisasi, perubahan pola rantai pasok global (global value chain) hingga tren ekonomi hijau.

“Dalam situasi seperti ini strategi industrialisasi ke depan diharapkan dapat mendorong respon dan adaptasi industri yang lebih baik terhadap tantangan dan peluang pasca pandemi sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi  sebagaimana  diamanatkan dalam  RKP (Rencana Kerja Pemerintah) 2021,” kata Suharso.

Suharso mengatakan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan jadi  salah satu langkah penting untuk keluar jebakan perangkap menengah (middle income trap) dalam rangka mencapai visi Indonesia 2045 sebagai salah satu negara maju di dunia. Pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang terkontraksi 2020 menyebabkan Indonesia kembali ke lower middle income country.  Padahal  pada tahun 2019  Indonesia sampai pada upper middle income country dengan PDB per kapita di atas US$ 4100.

“Peningkatan trajectory ekonomi yang signifikan menjadi poin krusial untuk dapat keluar dari tekanan middle income trap, dalam rangka mencapai visi Indonesia 2045 sebagai salah satu negara maju,” kata Suharso.

Sebelumnya Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Ginandjar Kartasasmita mengatakan kondisi pandemi Covid- 19 dinilai jadi momentum tepat untuk menjalankan  arah pembangunan bangsa sesuai dengan konstitusi. Khususnya dalam arah pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Strategi pembangunan sekurang-kurangnya harus berpegang pada empat prinsip yaitu ekonomi inklusif, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

“Pembangunan kita sekarang sangat boros sumber daya. Jadi pembangunan berkelanjutan bukan hanya berkelanjutan dalam waktu tertentu tetapi  dari generasi ke generasi dan berkeadilan,” ucap Ginandjar.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN