Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Batam Aero Technic (BAT) sebagai pusat MRO  mendapatkan persetujuan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam.

Batam Aero Technic (BAT) sebagai pusat MRO mendapatkan persetujuan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam.

BATAM Aero Technic Resmi jadi KEK

Sabtu, 12 Juni 2021 | 20:36 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

Jakarta - Batam Aero Technic (BAT) sebagai pusat perawatan dan pengerjaan pesawat udara (maintenance, repair, overhaul/ MRO) member of Lion Air Group mengumumkan telah mendapatkan persetujuan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam. Hal itu tertuang dalam ketetapan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2021 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Batam Aero Technic.
 
Peresmian BAT sebagai KEK di Batam dijalankan sebagaimana pedoman protokol kesehatan bertempat di fasilitas BAT oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI), Airlangga Hartarto; Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita; Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad; Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Walikota Batam, Muhammad Rudi; Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait; Direktur Utama Batam Aero Technic, I Nyoman Rai Pering Santaya dan disaksikan oleh jajaran lembaga/ institusi terkait.
 
BAT dan para pemangku kepentingan segenap pihak yang terkait (stakeholder) perlu berkomitmen dalam memperlancar dan mewujudkan keberhasilan (kesuksesan) pengembangan KEK BAT di Batam. BAT telah memenuhi kriteria-kriteria menurut ketentuan tentang penyelenggaraan KEK dan memenuhi kualifikasi rencana bisnis yang mampu memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional khususnya industri aviasi," kata Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resmi, Sabtu (12/6).
 
Dia menambahkan, nilai investasi Rp 7,29 triliun untuk KEK BAT ini serta dapat menyerap tenaga kerja berkisar 9.976 orang pada 2030. Kehadiran KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa 65-70% dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp 26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri.
 
"Dalam jangka menengah diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang diprediksi memiliki rata-rata (kisaran) 12.000 unit pesawat udara dan nilai bisnis sebesar US$ 100 miliar pada 2025," ujar Danang.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN