Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu desa wisata di Nglanggeran, Gunung Kidul untuk menikmati beragam aktivitas jelajah alam. Foto ilustrasi: IST

Salah satu desa wisata di Nglanggeran, Gunung Kidul untuk menikmati beragam aktivitas jelajah alam. Foto ilustrasi: IST

BCA Gelar ‘Desa Wisata Award 2021’

Senin, 12 April 2021 | 21:00 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA menggelar kegiatan Desa Wisata Award 2021. Perhelatan tersebut merupakan hasil kolaborasi BCA dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terdampak  pandemi Covid-19.  Berangkat dari keprihatinan tersebut,  BCA terpanggil untuk ikut memotivasi masyarakat yang memiliki usaha di sekitar desa wisata. Apalagi desa wisata juga merupakan salah satu program prioritas yang dicanangkan pemerintah.

"BCA memiliki salah satu pilar corporate social responsibility (CSR), yaitu Solusi Bisnis Unggul yang mendukung program pembinaan terhadap komunitas dan desa yang memiliki potensi pariwisata dan edukasi budaya," kata Jahja dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (12/4).

Desa Wisata Award 2021, menurut  Jahja Setiaatmadja, akan melibatkan seluruh desa wisata di 33 provinsi di Indonesia dengan kurun waktu sekitar tiga bulan. Terdapat empat kategori yang  dilombakan, yaitu Desa Wisata Berbasis Alam, Desa Wisata Berbasis Budaya, Desa Wisata Berbasis Kreatif, dan Desa Wisata Berbasis Digital.

Jahja berharap setiap provinsi mengirim empat perwakilan desa wisata di daerahnya. “Peserta lomba akan menyusun materi program, baik new business concept maupun continuous improvement program yang bakal dipresentasikan ke dewan juri untuk penentuan pemenang,” tutur dia.

Jahja menegaskan, Desa Wisata Awad 2021  merupakan program yang bermanfaat dan pertama kali diadakan, sehingga akan memberikan pelajaran bagi segenap perangkat desa untuk mengadaptasi wisata dengan protokol normal baru. Selain itu, apresiasi pembinaan dan pengembangan akan diberikan kepada desa wisata yang terpilih sebagai pemenang.

Jadi Business Unit

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf,  Hari Santoso Sungkari menjelaskan, swasta merupakan bagian dari ekosistem pariwisata, sehingga dapat menjadi eksekutor yang menjalankan program desa wisata secara kesinambungan. "Desa wisata pada akhirnya menjadi business unit. Karena itu, peranan swasta menjadi penting dalam ekosistem ini," tegas dia.

Jahja Setiaatmadja mengemukakan, BCA melalui Bakti BCA sudah mengembangkan 12 desa wisata binaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Ke-12 desa binaan itu adalah Wirawisata Goa Pindul, Desa Wisata Pentingsari, dan Wisata Wayang Desa Wukirsari.

Lainnya yaitu Kampung Batik Gemah Sumilir, Doesoen Kopi Sirap, Desa Wisata Tamansari, Desa Wisata Pucak Tinggan, Desa Wisata Gunong Lumut, Desa Wisata Bukit Peramun, Desa Wisata Aik Rusa Berehun, Kampung Adat Sijunjung, serta Nagari Silokek.

"Semoga kegiatan ini bisa menjaring peserta dari berbagai desa dan dapat menjadi ladang pengembangan wisata di Indonesia. Tentunya kita sama-sama berharap kegiatan ini dapat membangkitkan pemulihan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata," tandas Jahja.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN