Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sri Mulyani. Foto: IST

Sri Mulyani. Foto: IST

Belanja Modal 2020 Harus Fokus SDM dan Infrastruktur Pendukung

Triyan Pangastuti dan Arnoldus Kristianus, Senin, 27 Mei 2019 | 12:24 WIB

JAKARTA – Anggaran belanja modal untuk APBN 2020 yang direncanakan lebih dari Rp 200 triliun, meningkat dari tahun ini yang sekitar Rp 189,3 triliun, dinilai sudah cukup memadai. Yang lebih penting, selain pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk mendongkrak daya saing Indonesia di dunia internasional, alokasi belanja modal itu harus difokuskan untuk pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi dan jalan yang penghubungkan antara infrastruktur utama dan desa-desa di Tanah Air.

Strategi pemanfaatan belanja modal untuk penyediaan infrastruktur pendukung yang diintegrasikan dengan program pengembangan SDM ini dinilai akan memiliki daya dorong (multiplier effect) yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Pasalnya, pembangunan model proyek padat karya ini akan memiliki dampak yang langsung dirasakan seperti penyerapan banyak tenaga kerja. Alhasil, hal ini bisa menambah pemasukan masyarakat dan meningkatkan perputaran uang.

Demikian benang merah pandangan sejumlah sumber terkait strategi pemanfaatan belanja modal 2020 untuk mendorong perekonomian, yang disampaikan dalam beberapa kesempatan, pekan lalu.

Mereka adalah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal, dan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira.

Pemerintah berencana untuk menaikkan alokasi belanja modal dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 menjadi di atas Rp 200 triliun dari tahun ini sekitar Rp 189,3 triliun. Rencana tersebut akan diakselerasikan untuk pembangunan SDM. Sementara secara keseluruhan, belanja negara akan meningkat menjadi 14,4-15,4% terhadap pendapatan nasional (produk domestik bruto/PDB).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, hingga April lalu, alokasi belanja modal dalam APBN 2019 yang tercatat sebesar Rp 189,34 triliun baru terserap Rp 15,86 triliun atau 8,4% dari pagu yang ditetapkan atau hanya tumbuh 15,21%. Angka ini masih terbilang rendah, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang realisasinya sebesar Rp 18,7 triliun.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN