Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani. Sumber: BSTV

Menkeu Sri Mulyani. Sumber: BSTV

Belanja Modal dan Barang Dipotong 50%

Sabtu, 25 April 2020 | 09:07 WIB
Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

JAKARTA – Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran besar-besaran, dengan melakukan refocusing dan realokasi. Salah satu upaya yang dilakukan, Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri sudah bersepakat bahwa belanja modal dan belanja barang di daerah tahun ini dipotong sebesar 50% dari bujet.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pihaknya saat ini melakukan realokasi dan refocusing APBN 2020 agar dana tersebut diprioritaskan untuk penanganan Covid-19.

Untuk mengefisienkan belanja, pemerintah pusat mengintruksikan agar belanja barang dan belanja modal dipotong 50%. “Selain itu, dana tunjangan kinerja (tukin) di daerah yang selama ini jauh lebih tinggi dari pemerintah pusat harus diturunkan menjadi maksimum sama dengan pusat,” ujar Menkeu dalam video conference dengan pemimpin redaksi media massa di Jakarta, Kamis malam (23/4/2020).

Menkeu menegaskan, berbagai penghematan anggaran yang bisa dilakukan tahun ini akan dikunci untuk tahun depan, sehingga belanja barang akan rendah. Mulai tahun depan APBN dan APBD akan terjadi efisiensi yang luar biasa. “Cara kerja lebih efisien. Transformasi digital untuk cara bekerja dan belajar akan menimbulkan efisiensi yang luar biasa,” kata Menkeu.

Menkeu mengakui, APBD mengalami tekanan luar biasa, terutama DKI Jakarta, baik karena berkurangnya Penerimaan Asli Daerah (PAD) akibat lesunya aktivitas ekonomi maupun susutnya Dana Bagi Hasil (DBH) terkait anjloknya penerimaan pajak.

Transfer pemerintah pusat akan mengalami tekanan karena APBN juga tertekan. Kemenkeu juga  meminta pemerintah daerah melakukan refocusing dan realokasi  dengan penurunan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersifat fisik karena pelaksanaan proyek akan menurun tajam.

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN