Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Suhariyanto. Sumber: Humas BPS

Kepala BPS Suhariyanto. Sumber: Humas BPS

Berbeda dari Pola Musiman, Kenaikan Ekspor Terjadi Sejak Oktober 2020

Jumat, 15 Januari 2021 | 11:10 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengatakan kenaikan ekspor pada Desember 2020 ini terjadi tidak seperti pola musiman ekspor. Sejak bulan November 2020 posisi ekspor mengalami kenaikan signifikan. Bila dilihat berdasarkan pola musiman pada bulan November dan Desember terjadi penurunan ekspor

“Tentunya kita harap stabil ke depan tetapi kuncinya ada di penanganan kesehatan, baik di Indonesia maupun di negara-negara tujuan utama,” ucap Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual di kantornya, Jumat (15/1).

Pada bulan November dan Desember 2018 nilai ekspor masing masing sebesar US$ 14,85 miliar dan US$ 13,29 miliar. Pada dua bulan tersebut terjadi penurunan dari posisi Oktober 2018 yang saat itu mencapai US$ 15,91 miliar

Pola yang sama terjadi pada tahun 2019 dimana pada bulan November dan Desember 2019 nilai ekspor masing-masing sebesar US$ 13,94 miliar dan US$ 14,43 miliar. Angka ini menurun dibandingkan posisi Oktober 2019 yang saat itu mencapai US$ 14,88 miliar.Namun pada tahun 2020 sejak bulan Oktober terjadi kenaikan posisi ekspor. Pada bulan Oktober ekspor sebesar US$ 14,36 lalu meningkat jadi US$ 15,26 miliar dan meningkat lagi jadi US$ 16,54 miliar di bulan Desember.

Pada neraca perdagangan Desember 2020, Komoditas lemak dan minyak hewan nabati menjadi penyumbang terbesar dalam ekspor. Komodtias ini mengalami penambahan nilai ekspor sebesar US$  264,2 juta. Nilai ekspor Indonesia pada Desember 2020 tercatat US$ 16,54 miliar, meningkat 8,39% dibanding November 2020 dan melonjak 14,63% dibanding Desember 2020.

“Volumenya naik karena harga naik, nilai naik 11,3%. lemak dan minyak hewan nabati ekspor terutama Tiongkok, India, dan Malaysia,” ucap Suhariyanto.

Suhariyanto mengatakan komoditas berikutnya yang mengalami kenaikan penjualan adalah bahan bakar minyak. Komoditas tersebut mengalami kenaikan hinga US$ 218,1 juta.

“Negara tujuan ekspor bahan bakar minyak adalah  Tiongkok, India dan Jepang,” ucapnya.

Komoditas mesin dan perlengkapan elektrik mengalami kenaikan ekspor US$ 110,1 juta. Menurut Suhariyanto, kenaikan terjadi dari sisi volume dan nilai. Negara tujuan utama ekspor komoditas ini adalah Amerika, Singapura dan Jepang. Berikutnya komoditas pakaian dan aksesorisnya yang bukan rajutan mengalami kenaikan US$ 80,8 juta.

“Kenaikan komoditas ekspor pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan tertuju ke Amerika Serikat,” ucapnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN