Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ternak ayam. Foto ilustrasi: Defrizal

Ternak ayam. Foto ilustrasi: Defrizal

Berdikari Perkuat Infrastruktur Peternakan

Jumat, 7 Februari 2020 | 21:16 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id  – PT Berdikari (Persero) berencana membangun infrastruktur kandang ayam untuk pengembangan budidaya bibit galur murni dan ayam indukan. Pembangunan kandang ayam dibutuhkan karena selama ini Berdikari selalu menyewa kandang untuk pengembangan bibit ayam.

Plt Direktur Utama Berdikari Oksan Panggabean mengatakan, Berdikari sudah mempunyai unit pengembangan bibit ayam galur di Pasuruan dan Tasikmalaya.

Dalam proses pengembangan budidaya bibit ayam, pihaknya masih menyewa kandang ayam dengan kapasitas tampung populasi masingmasing 18 ribu ekor. Pihaknya juga mempunyai unit pengembangan ayam indukan yang berlokasi di Sukabumi, Ciamis, dan Malang.

“Tahun ini, kami berencana bangun kandang ayam sendiri dan sudah dibicarakan semoga bisa cepat terealisasi cepat,” ujar dia di Jakarta, kemarin.

Selain itu, ungkap Oksan Berdikari berencana untuk membangun infrastruktur Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), rencana pembangunannya sudah dimatangkan sejak tahun lalu. Berdikari belum bisa membocorkan nilai investasi untuk pembangunan kedua infstruktur tersebut karena masih dihitung dan dimatangkan. “Kalau untuk nilai investasinya belum tahu karena masih dihitung,” ungkap dia.

Infrastruktur dibutuhkan untuk kesuksesan budidaya bibit ayam, dengan infrastruktur yang memadai maka hasilnya akan memuaskan.

Berdikari juga akan mendukung program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan populasi sapi indukan. Berdikari menyatakan siap untuk membantu mengadakan sapi indukan dalam rangka menghentikan impor daging yang dibutuhkan sekitar 250 ribu ton per tahun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN