Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Managemen Startup Manuva (Foto: Dok.PR)

Managemen Startup Manuva (Foto: Dok.PR)

Berganti Nama Jadi Manuva, Startup Tjetak Terus Kembangkan Bisnis Digital

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:25 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id- Tjetak, startup pelopor bisnis B2B platform manufaktur di Indonesia kini memperluas solusi bisnis untuk mendigitalisasi manufaktur Usaha Kecil Memengah (UKM) dari hulu ke hilir bagi pelanggan B2B hingga retail.

Tidak hanya berfokus pada industri kemasan, kini Tjetak menjangkau industri lain seperti elektrikal dan garmen. Seiring dengan hal ini, Tjetak pun memperkenalkan nama barunya, Manuva, yang menggambarkan ‘manuver’ perusahaan untuk menciptakan ekosistem manufaktur digital di Indonesia.

“Perjalanan bisnis sejauh ini membuat kami percaya bahwa manufaktur kecil dan menengah memiliki potensi pertumbuhan yang besar, terutama karena Indonesia saat ini sudah menjadi 10 besar negara manufaktur terbesar di dunia,” kata Anggara Pranaspati, Co-Founder Manuva melalui siaran pers, Rabu (18/5/2022).

baca juga: Perusahaan Startup Bisa Gunakan 3 Pendekatan Perhitungan Valuasi untuk Menggaet Investor

Menurut Anggara, Manuva berfokus untuk berkolaborasi dengan perusahaan manufaktur skala kecil dan menengah yang umumnya masih belum mencapai utilisasi kapasitas yang maksimal (rata-rata baru 60%).

“Kami membantu mereka untuk mengoptimalkan kapasitas yang dimiliki dengan memproduksi barang jadi untuk pasar retail, ataupun menerima pesanan produksi dari brand lain (maklon),” jelas Anggara.

Anggara menjelaskan, ekosistem Manuva membantu proses jual-beli barang jadi, produk custom, serta bahan baku dengan menggunakan tiga produk utama, yaitu Manuva Retail, Manuva Procure, dan Manuva Supply.

Manuva Retail membuka jaringan distribusi agar basis pelanggan toko ritel Manuva bisa menjual produk jadi dari para mitra manufaktur di tokonya masing-masing. Distribusi Manuva telah tersebar ke ribuan gerai ritel di 5 provinsi dan 48 kota/kabupaten.

Manuva Procure adalah sistem e-procurement yang digunakan untuk mempertemukan pelaku bisnis dengan manufaktur untuk pengadaan barang custom. Platform ini memudahkan para manufaktur agar dapat menjangkau pelanggan B2B di seluruh Indonesia dan menawarkan kredibilitas lebih untuk proses penawaran harga, produksi, dan kontrol kualitas akhir.

Sementara itu, Manuva Supply adalah platform bagi pelaku manufaktur untuk bisa menerima pesanan, mengatur produksi dan pembelian bahan baku. Saat ini, Manuva telah memiliki lebih dari 250 pabrik manufaktur skala kecil dan menengah yang tersebar di 5 hub di Pulau Jawa.

“Manuva memiliki misi untuk mendigitalisasi ekosistem manufaktur serta rantai pasok di Indonesia. Oleh karena itu, kami berfokus meningkatkan utilisasi kapasitas produksi melalui dua kanal penjualan untuk mitra manufaktur kami. Yaitu toko retail dan B2B,” tegas Anggara.

baca juga: HUB.ID Kominfo Angkat Industri Startup Digital Domestik

Dibangun sejak tahun 2018, Ekosistem Manuva telah berhasil memberikan akses dan transparansi dalam keseluruhan proses manufaktur, dimana semua stakeholder pada rantai pasokan bisa melakukan transaksi dan proses bisnis dengan lebih transparan, cepat, dan terstandarisasi kualitasnya.

Di sisi lain, Manuva juga membawa dampak positif untuk mitra manufaktur, dimana mereka dapat meningkatkan utilisasi mesin produksi hingga 25% lebih tinggi - yang secara tidak langsung juga menjadikan harga jual produk menjadi lebih kompetitif. Pada 2022, Manuva telah berhasil membukukan pertumbuhan yang baik dengan margin kontribusi positif.

“Melihat potensi pertumbuhan bisnis manufaktur skala kecil dan menengah di Indonesia, kami optimis untuk terus melebarkan sayap dan menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas ekosistem manufaktur digital,” tandas Anggara.

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN