Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BRI. Foto: DAVID

Bank BRI. Foto: DAVID

Berinovasi dari Rumah Jadi Solusi Masa Pandemi

Novy Lumanauw, Jumat, 29 Mei 2020 | 23:12 WIB

JAKARTA, investor.id - Sebanyak 765 pelaku industri kreatif dari 16 sektor menyemarakkan zoom!nar bertema “Industri Kreatif dan Alternatif Solusi Pendanaan” yang diselenggarakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (29/5/2020) zoom!nar  tersebut menghadirkan pembicara utama Menteri Komunikasi dan Informatika, yang diwakili Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Dedy Permadi, Deputi Bidang Investasi dan Industri Kementerian Parekraf Fadjar Hutomo, dan Direktur Bisnis Mikro, Bank BRI Supari.

Sementara itu, hadir mewakili kalangan pelaku industri kreatif adalah formasi lengkap GIGI Band (Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan dan Gusti Hendy), serta Raul Renanda – Arsitek dan seniman. Mengikuti arahan untuk berdiam diri di (stay at home) dan bekerja dari rumah (work from home), zoom!nar kembali digelar dengan kehadiran para pembicara dan peserta selama 2,5 jam dari kediaman masing-masing melalui aplikasi video conferencing.

Dedi Permadi saat membacakan  pesan Menkominfo Johnny G Plate mengungkapkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung dan mengapresiasi kegiatan video conference  semacam zoom!nar,  utamanya pada masa pandemi yang kini  melanda dunia.

“Di saat berjaga jarak (physical distancing) menjadi keharusan dalam keberlangsungan kehidupan, jaringan internet yang andal dan aman merupakan sarana utama untuk bisa tetap melakukan kegiatan berkomunikasi dan berusaha. Demi menjaga keberlangsungan dunia usaha saat berdiam dan bekerja dari rumah di masa pandemi, pemerintah melalui Kominfo memastikan jaringan internet yang bisa diandalkan senantiasa hadir untuk masyarakat.” jelas Dedi.

Menyambung apa yang disampaikan Menteri Kominfo, Supari selaku  Direktur Bisnis Mikro Bank BRI menyampaikan bahwa pandemi yang hanya bisa dilewati dengan berjaga jarak, menjadikan manusia teralienasi dan terisolasi.

“Industri kreatif mengajarkan kepada kita bahwa hanya mereka yang berinovasi dari rumah yang bisa bertahan di masa pandemi ini. Kreativitas menjadi kata kunci untuk bisa bertahan dan keluar dari krisis yang sedang kita hadapi ini. Kolaborasi antara pihak perbankan dan industri kreatif bukan saja dapat mengusahakan terus begeraknya roda ekonomi, tapi juga dapat memberikan solusi emosi di masa pandemi ini,” jelas Supari.

Supari juga menepis keraguan para pegiat industri kreatif terkait kemungkinan untuk mendapatkan pendanaan dari sektor perbankan.

“Bank BRI hadir untuk memberikan solusi alaternatif pandanaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk industri kreatif. Tangible maupun intangible assets yang dihasilkan oleh industri kreatif tentunya memiliki nilai ekonomis dan mungkin bankable,” kata Supari.

Ia menambahkan selain melalui jalur frontline perbankan, instrumen lain yang bisa mendukung terjadinya kolaborasi antara dunia perbankan dan industri kreatif adalah melalui instrumen peer to peer lending melaui beberapa fintech rekanan Bank BRI.

Terkait apa yang disampaikan Supari, Raul Renanda seorang arsitek, desiner dan seniman yang dikenal melalui karyanya mendesain Gedung Taman Ismail Marzuki dan kini merambah ke industri desain piano modern, menyatakan sepakat dengan Supari bahwa berinovasi dari rumah menjadi kunci untuk bisa keluar dari keterhimpitan di masa pandemi.

“Seorang seniman biasanya akan sangat kreatif dan kemudian menghasilkan master piece justru disaat dia tertekan,” Jelas Raul. Raul mendorong pihak perbankan untuk dapat terus berkomunikasi dengan industri kreatif untuk bisa hadir dengan alternatif solusi pendanaan.

“Tidak ada karya yang bisa menghasilkan nilai tambah 30 kali lebih besar dari modal tangible yang ia invstasikan selain karya industri kreatif. Selama ini karya-karya indudstri kreatif terbukti memiliki nilai ekonomis yang sangat besar. It’s a high risk investment with highly returns,” tegas Raul.

Vokalis Gigi, Armand Maulana bersama Band nya menghibur ribuan penonton di Puncak perayaan Ulang Tahun Koran Suara Pembaruan ke -28 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (15/3). Band Gigi membawakan 12 lagu Hitsnya diantaranya 11 Januari, Andai, Jomblo, Rindukan Damai.  Foto: BeritaSatu Photo / Emral
Armand Maulana.  Foto: BeritaSatu Photo / Emral

Sementara itu,  GIGI Band menyatakan, perlindungan hak intelktual dan hak cipta masih menjadi masalaah di negara ini. “Bentuk akhir dari karya musik adalah meta data di jaman digital sekarang ini. Perlindungan hak intelektual dan hak cipta masih menjadi pekerjaan serius untuk bisa ditangani agar tidak terus merugikan industri kreatif,” jelas Armand Maulana.

“GIGI Band mengapresiasi terbitnya UU24/2019 terkait industri kreatif yang diinisiasi oleh Kemenparekraf.Kami juga berharap karya-karya intangible dapat disahkan  dalam konteks fidusia dalam industri perbankan,” katanya.  

Menanggapi pernyataan Armand, Supari mengatakan  solusi emosi menjadi penting saat ini dan  kebutuhan  hiburan makin meningkat. Tapi lebih dari sekadar memberikan hiburan, kegiatan hiburan yang mendidik atau edutainment (educational entertainment) yang mengarah kepada dimungkinkannya berinovasi dari rumah adalah penting untuk dihadirkan ke hadapan masyarakat.

“Bank BRI akan terus melakukan kegiatan semacam ini baik dalam bentuk roadshow atau pun kegiatan virtual semacam zoom!nar ini,” kata Supari.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN