Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Listrik PLN. Foto ilustrasi: IST

Listrik PLN. Foto ilustrasi: IST

Berjibaku Memenuhi Pasokan Listrik di Tengah Pandemi Covid-19

Minggu, 27 Desember 2020 | 10:14 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

Kejadian padamnya listrik di Jakarta dan Jawa Barat pada 2019 lalu menjadi pelajaran berharga bagi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dari peristiwa tersebut,

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini berkomitmen memberi pelayanan dan pasokan listrik yang andal. Tak cuma itu, di tengah pandemic Covid-19 ini, PLN pun terus berjibaku menerangi sejumlah daerah yang selama ini belum teraliri listrik, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

“Hadirnya listrik akan meningkatkan produktifitas dan menggerakan roda ekonomi, sehingga akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat,” kata Zulkifli beberapa waktu lalu.

Tercatat perkembangan rasio elektrifikasi (RE) nasional dalam 5 tahun terakhir tumbuh 11%. Hingga akhir 2020, tercatat RE telah mencapai 99,15% sementara pada tahun 2015 baru mencapai 88,3%. Rasio elektrifikasi merupakan jumlah perbandingan rumah tangga berlistrik baik listrik PLN maupun non PLN dengan total rumah tangga yang ada di suatu wilayah atau negara.

Zulkifli Zaini. Sumber: BSTV
Zulkifli Zaini. Sumber: BSTV

Pertumbuhan RE dari tahun ke tahun juga sejalan dengan peningkatan jumlah desa yang terlistriki oleh PLN. Dalam lima tahun terakhir, sebanyak 12 ribu desa berhasil dilistriki. Pada tahun 2015, jumlah desa berlistrik baru sebesar 70.391, meningkat menjadi 83.028 desa berlistrik pada September tahun 2020.

Seluruh sistem kelistrikan di Indonesia dalam kondisi cukup, bahkan sebagian besar memiliki cadangan daya lebih dari 30%. Ketersediaan daya tak lepas dari pembanguna infrastruktur yang dilakukan. Di sisi pembangkit, hingga September 2020, kapasitasnya telah mencapai 63,3 Gigawatt (GW), meningkat sekitar 7,8 GW sejak tahun 2015 yang ketika itu baru mencapai 55,52 GW.

Penambahan kapasitas pembangkit tersebar di seluruh Indonesia. Di Sumatera, pada tahun 2015 sebesar 11,4 GW meningkat menjadi 12,6 GW pada September 2020, di Jawa, Madura, Bali, dan Nusa Tenggara meningkat dari 37,8 GW menjadi 41,8 GW, Kalimantan meningkat dari 2,5 GW menjadi 3,9 GW, Sulawesi dari 2,96 GW menjadi 3,62 GW serta Maluku dan Papua dari 0,8 GW menjadi 1,3 GW.

Untuk memastikan pasokan listrik dapat tersalurkan dengan baik, PLN juga melakukan pembangunan gardu induk (GI) dan jaringan transmisi. Untuk GI, pada tahun 2015 terdapat 1.499 buah dengan total kapasitas sebesar 92 ribu Mega Volt Ampere (MVA). Jumlah tersebut meningkat menjadi 2.161 buah pada September 2020 dengan total kapasitas mencapai 146 ribu MVA. Terdapat penambahan 662 buah dengan total kapasitas meningkat sekitar 54 ribu MVA.

Sementara di sisi jaringan transmisi, pada tahun 2015 panjang jaringan transmisi baru mencapai 41 ribu kilometer sirkuit (kms) meningkat menjadi 60 ribu kms. Terdapat penambahan panjang jaringan transmisi hampir 19 ribu kms. Tersedianya pasokan listrik, tentu sejalan dengan bertambahnya jumlah pelanggan yang dilayani oleh PLN.

Pada tahun 2015, jumlah pelanggan PLN sebesar 61 juta, meningkat menjadi 78 juta pada September 2020. PLN pun memberikan sambungan listrik gratis bagi keluarga pra sejahtera. Sejumlah program sambungan listrik bergulir sejak 2018 silam. Program terkini dengan melakukan donasi dari gelaran PLN Virtual Charity Run and Ride (VCRR) 2020.

Setiap kilometer lari akan dikonversikan ke dalam rupiah yaitu sebesar Rp 40.000 dan sepeda sebesar Rp 35.000. Uang tersebut akan digunakan untuk biaya penyambungan rumah masyarakat tidak mampu tersebar di seluruh Indonesia dengan daya 450 VA. Pemilihan penerima bantuan dilakukan langsung oleh PLN dengan memastikan penerima bantuan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Secara nasional, PLN VCRR 2020 berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 6,16 miliar untuk biaya penyambungan listrik 8.417 keluarga pra sejahtera.

Adapun rinciannya, sambungkan listrik gratis bagi 1.200 Keluarga Pra Sejahtera senilai Rp 886.200.000 yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku dan Maluku Utara pada 10 Desember kemarin.

Sebelumnya, penyambungan juga telah dilakukan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Banten, Jawa Tengah, NTT, Papua dan Papua Barat.

Di tengah pandemi Covid-19, PLN meluncurkan program Super Merdeka yang berlangsung hingga akhir 2020. Program ini menyasar pelanggan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)/Industri Kecil Menengah (IKM) dengan memberi diskon tambah daya. Super Merdeka merupakan bentuk kepekaan PLN kepada pelanggan UMKM/IKM yang merupakan tulang punggung kegiatan ekonomi nasional. Tercatat hingga 29 November kemarin, total 55 ribu pelanggan telah mendaftar untuk memanfaatkan program ini.

“Melalui program ini kami ingin memberikan keringanan biaya tambah daya yang super ekonomis demi membantu dalam meningkatkan produktivitas UMKM dan IKM di tengah pandemi,” kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN