Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Inalum-aluminium 2

Inalum-aluminium 2

Berkat Holding, Inalum Hemat BBM Rp 100 Miliar

Rangga Prakoso/Retno Ayuningtyas, Kamis, 31 Oktober 2019 | 10:06 WIB

JAKARTA - PT Inalum (persero) yang kini bernama Mind ID mengungkapkan sejumlah efisiensi setelah terbentuknya Holding Industri Pertambangan. Inalum bertindak sebagai induk perusahaan tersebut lantaran 100% sahamnya dimiliki negara. Salah satu efisiensi yang dilakukan adalah penghematan BBM senilai Rp 100 miliar.

Adapun anggota holding itu yakni PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk dan PT Freeport Indonesia. Efisiensi itu antara lain dalam sektor pengadaan bahan bakar minyak (BBM), serta transaksi valuta asing (valas) dan dukungan fasilitas ekspor dan impor
Corporate Secretary Inalum Rendi Witular mengungkapkan sejumlah capaian dalam dua tahun terbentuknya Holding Industri. Dia menyebut pondasi dasar capaian itu lantaran seluruh perusahaan bersinergi. "Kompak dan menjadi keluarga. Ini yang paling penting. Holding dari awal sudah kompak semua. Dalam dua tahun ini kita bersinergi," kata Rendi kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (30/10).
Rendi menuturkan sinergi yang dilakukan antara lain pengadaan BBM. Selama ini pengadaan BBM tersebut dilakukan parsial alias masing-masing perusahaan. Semenjak holding terbentuk maka pengadaan dilakukan dengan bekerjasama dengan PT Pertamina (persero). Dengan begitu maka harga lebih kompetitif. "Efisiensinya lebih dari Rp 100 miliar," tuturnya.
Dalam rilis penandatangan kerjasama dengan Pertamina itu disebutkan pengadaan BBM jenis Biosolar dan Marine Fuel Oil 180 (MFO 180) sebanyak 25.000 kilo liter (KL)/bulan dan akan meningkat menjadi 40.000 KL/bulan. Kerjasama ini berlaku selama lima tahun. Adapun total pemakaian BBM seluruh Holding saat ini kurang lebih sebesar 25.000 KL/ bulan.
Dikatakannya efisiensi lainya terkait transaksi valuta asing (valas) dan dukungan fasilitas ekspor dan impor. Dia menyebut holding mendapatkan nilai tukar khusus dalam membeli Dollar. Rendi menegaskan efisiensi masih terus merambah ke sejumlah sektor. Namun dia belum bisa mengungkapkan hal tersebut. Dia hanya menegaskan semenjak Holding terbentuk maka bidang usaha Inalum semakin luas. "Akhir November ini kita berusia dua tahun dan banyak sinergi yang kita lakukan itu penghematan. Ke depan ada lagi. Ini tidak mudah dalam dua tahun," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Pertamina Tajudin Noor menuturkan, pembentukan Holding Migas sudah terasa manfaatnya. Pasalnya, pasca holding terbentuk, perusahaan dapat memaksimalkan aset yang dahulu dibangun masing-masing oleh Pertamina dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, untuk dimanfaatkan bersama. Sehingga kini, tidak semua korporasi tidak membangun infrastruktur yang sama.

Dana investasi ini, lanjutnya, akan dapat digunakan untuk membangun infrastruktur di wilayah lain yang memang belum ada infrastrukturnya. “Yang kedua, selain efisiensi dan memaksimalkan belanja investasi, holding ini juga diharapkan memperkuat struktur permodalan Pertamina selaku BUMN Holding Migas,” kata dia dalam pesan pendeknya ke Investor Daily, Rabu (30/10).

Salah satu contoh dampak nyata Holding Migas ini, jelas Tajudin, yakni integrasi pipa milik PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PGN di Jawa Timur. Jaringan pipa kedua perusahaan tersebut kini sudah tersambung. Dampaknya, perusahaan bisa memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen di Jawa Timur.

Terkait manfaat pembentukan Holding Migas terhadap kinerja keuangan perusahaan, disebutnya, hal ini tidak dapat langsung dikaitkan. Pasalnya, capaian pendapatan dan laba dipengaruhi banyak faktor. Tidak hanya pembentukan Holding Migas, pendapatan dan laba juga ditentukan oleh pasar dan daya beli industri.

“Tetapi kalau dari sisi efisiensi biaya dan memaksimalkan utilisasi aset, ini yang sudah sangat dirasakan dampak baiknya,” ujar dia. Hal ini, sebut dia, sejalan dengan tujuan pembentukan Holding Migas untuk menyatukan kekuatan terkait korporasi migas sehingga tercipta efisiensi operasional.

Pertamina sempat menyatakan, pasca pembentukan Holding Migas, Pertamina menguasai jaringan pipa terpanjang di Asia Tenggara, yakni mencapai 9.600 kilometer (km). Volume transmisi gabungan sebesar 2.627 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) di seluruh jaringan PGN dan Pertagas. Ke depannya, beberapa hal yang akan dicapai yakni potensi pertumbuhan bisnis gas 7-9% selama lima tahun ke depan.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA