Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kilang TPPI

Kilang TPPI

Bersama Jo Hyundai, Rekind Bakal Garap Proyek TPPI Olefin Complex

Jumat, 25 September 2020 | 22:26 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Rekayasa Industri (Rekind) bakal menggarap Engineering, Procurement, Construction and Commisioning (EPCC) proyek pembangunan Pusat Produksi Olefin dan Aromatic milik PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Isyarat akan keterlibatan itu tergambar dari lolosnya Jo Hyundai Enginering, di mana Rekind termasuk di dalamnya dan Konsorsium Technip sebagai penawar terbaik secara administratif, teknikal dan komersial dalam proses tender Proyek Strategis Nasional tersebut. Proses tender ini merupakan bagian dalam upaya untuk segera mewujudkan harapan pemerintah Indonesia menekan angka impor migas.

Proyek dengan investasi senilai Rp50 triliun dengan sebutan TPPI Olefin Complex ini bakal memproduksi High Density Polyethylene (HDPE) sebanyak 700.000 ton per tahun, Low Density Polyethylene (LDPE) sebanyak 300.000 ton per tahun, dan Polipropilena (PP) 600.000 ton per tahun.

Mengingat strategisnya proyek ini, PT Pertamina (Persero) selaku pemilik 51 persen saham PT TPPI mendesain jalannnya proses tender DBC Olefin TPPI dengan bersih dan transparan. Bahkan pelaksanannya juga disupervisi langsung oleh Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI dan Bareskrim Polri.

“Kami bersyukur proses tendernya berjalan lancar, bersih, sesuai dengan harapan kita bersama. Sehingga proyek bisa segera terealisasi dan Rekind kembali berkarya dalam pengembangan perekonomian bangsa,” ujar SVP Corporate Secretary & Legal Edy Sutrisman melalui keterangan tertulisnya, Jumat (25/9).

Keterlibatan Rekind dalam proyek TPPI, memang bukan kali ini terjalin. Sebelumya, pada awal Juni 2020, Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) ini juga terlibat dalam pengerjaan EPCC yang fokusnya bagi pembangunan 5 Tanki Produk milik PT TPPI di Tuban, Jawa Timur.

Proyek pembangunan 5 Tanki Produk TPPI ditargetkan selesai pada 2 Desember 2021. Dalam proyek ini Rekind merupakan single entity (tidak berpartner) dan berperan sangat strategis untuk bidang EPCC. Tangki yang dibangun meliputi 3 unit Tangki Mogas dengan kapasitas masing-masing 40.000 meter kubik, dengan diameter mencapai 63.8 meter dan tinggi 14.95 meter. Kemudian, 1 unit Tangki Paraxylene dengan kapasitas 38.000 meter kubik, diameter 62 meter dan tinggi 14.95 meter serta 1 unit Tangki Sweet Naphtha dengan kapasitas 15.200 meter kubik dengan diameter 39.3 meter dan tinggi 14.95 meter.

Sedangkan detail lingkup pekerjaannya di antaranya meliputi pengerjaan persiapan, administrasi, perijinan, mobilisasi/demobilisasi. Selain itu juga termasuk project management, engineering design, supply fabrication dan procurement, termasuk di dalamnya, pengepakan, handling dan transportasi. Untuk bidang konstruksi, fokus pengerjaannya terkait pengerjaan instalasi baru tank system. Kemudian ada juga quality control assurance, reporting, document, mechanical completion, precommissioning dan commissioning test.

“Kami patut berbangga karena Rekind bisa berpartisipasi langsung dalam menciptakan ketahanan energi nasional. Hal ini sejalan dengan pengalaman dan kompetensi Rekind di bidang petrokimia khususnya dalam membangun Tangki Produk milik TPPI. Maka dari itu, tentu Rekind akan bekerja maksimal dengan dukungan penuh dari tenaga-tenga kerja yang profesional, inovatif dan berdedikasi tinggi,” tambah Edy Sutrisman.

Dengan komitmen sinergi yang kuat antarkedua perusahaan ini, diyakini tidak hanya mampu memacu produksi, tapi juga dapat meningkatkan peran pelaku industri agar dapat menciptakan pasar yang lebih besar bagi produk petrokimia. Harapannya, dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor, sekaligus memperbaiki current account defisit. Selama berkiprah 39 tahun, Rekind telah membuktikan prestasi melalui pengalaman yang dimiliki dalam bidang rancang bangun dan perekayasaan industri di Tanah Air.

Di bidang petrokimia, kontraktor nasional ini juga mampu membangun rangkaian 9 pabrik pupuk di Indonesia dan 2 pabrik di regional Asean, yakni pabrik gula terpadu serta bioenergi (pabrik bioethanol, methanol dan biodiesel).

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN