Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu program CSR yang kembangkan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) yaitu mengembangkan budidaya ayam petelur

Salah satu program CSR yang kembangkan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) yaitu mengembangkan budidaya ayam petelur

Bersama PEPC melalui BUMDesa Menelurkan Masa Depan

Euis Rita Hartati, Kamis, 14 November 2019 | 23:48 WIB

Cuaca hari itu demikian terik, konon suhu udara mencapai hampir 41 derajat celcius. Sambil membereskan beberapa barang yang ada di sekitar kandang ayam berukuran 6x12 meter, 7x20 meter, dan 7x42 meter sesekali jemari Nyamirin menghapus peluh yang membasahi dahinya. Lelah, sudah pasti. Namun, pria berusia 45 tahun itu tetap menjalankan rutinitasnya dengan tekun, karena ada tanggung jawab besar di sana. Sudah hampir setahun ini, Nyamirin menjalankan usaha budidaya ayam petelur di bawah bendera Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Makmur Rejo di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Lokasi kandangnya tidak jauh dari daerah operasi Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola PT Pertamina EP Cepu (PEPC) yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero).

Sebagai ketua BUMDesa yang dipercaya untuk mengelola sekitar 4.000 ayam petelur, Nyamirin harus memastikan semuanya berjalan dengan baik. Dia tak sendiri, karena dibantu oleh tiga orang anak kandang (istilah untuk orang yang bekerja di dalam kandang ayam) dan beberapa orang lainnya,

“Saya dulunya hanya petani biasa yang juga pedagang. Tapi kemudian ditunjuk sebagai ketua BUMDesa orang warga. Awalnya merasa tidak bisa. Tapi karena ditunjuk dan mendapat bimbingan, ya Bismillah saja,” kata Nyamirin.

Dia bercerita, BUMDesa terbentuk pada Mei 2017. Pada awal 2018, mendapat suntikan dana dari PEPC untuk mengembangkan budidaya ayam petelur. Sebelumnya, kata dia, sudah ada beberapa warga yang juga menjalankan usaha serupa. Memang mayoritas mata pencaharian utama masyarakat sekitar lokasi Proyek JTB sebagai petani dan peternak. Namun, dengan cuaca di Desa Bandungrejo yang demikian panas membuat produksi telur tidak optimal. Lalu Pertamina datang memberikan bantuan tidak hanya dalam bentuk uang tunai melainkan juga bimbingan dan penyuluhan. Setelah dikenalkan metode cara pemeliharaan yang tepat disertai dengan perubahan bentuk kandang dan lainnya, telah berhasil membawa perubahan.

Salah seorang anak kandang tengah membersihkan kandang ayam. Ini merupakan salah satu kandang bantuan CSR PT Pertamina EP Cepu
Salah seorang anak kandang tengah membersihkan kandang ayam. Ini merupakan salah satu kandang bantuan CSR PT Pertamina EP Cepu

“Awalnya 1.500 ekor ayam, dalam perjalanannya sempat mati hingga 600 ekor. Karena masalah vaksin dan cara beternak yang kurang tepat. Setelah mendapatkan bimbingan, Alhamdulillah kini hasilnya memuaskan,” jelasnya.

Selain mengembangkan budidaya ayam petelur, pihaknya juga mengembangkan usaha pakan ayam dengan mengembangkan tanaman jagung. “Pada program 2019, kami mengajukan penggilingan pakan, karena banyak jagung. Setelah dihitung, dengan membuat pakan sendiri bisa mengurangi biaya hingga 20%,” jelasnya.

Kini, dengan produksi sekitar 60 kg per hari, hasil telurnya sudah mampu memenuhi kebutuhan bukan hanya untuk wilayah Bojonegoro saja namun juga sekitarnya. Tentu saja mimpi Nyamirin dan warga lainnya tidak berhenti sampai di sini. Karena, dia ingin ke depannya usaha ini bisa terus maju dan berkembang. Dia sangat optimistis bahwa ke depan, usaha yang dikelola ini akan membawa perubahan perekonomian ke arah yang lebih baik.

Telur hasil dari budidaya ayam petelur yang mendapat bantuan dari program CSR PT Pertamina EP Cepu
Telur hasil dari budidaya ayam petelur yang mendapat bantuan dari program CSR PT Pertamina EP Cepu

Kemandirian Warga

Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB).merupakan salah satu proyek kebanggaan nasional. Betapa tidak,  meski belum berproduksi, proyek JTB  merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan telah ditetapkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Proyek senilai US$ 1,5 miliar ini menurut Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu  terus menunjukkan kemajuan dan lebih baik dari target. Tercatat hingga kuartal ke-2 tahun 2019, proyek telah mengalami kemajuan 25% dan dalam posisi lebih cepat dari target.

Kepada Investor Daily, Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu Jamsaton Nababan mengatakan bahwa keberhasilan proyek JTB tidak lepas dari engagement perusahaan dengan masyarakat. Selain melibatkan masyarakat secara langsung di proyek tersebut, perusahaan juga memberikan bantuan dala bentuk program corporate social responsibility (CSR). Program yang dipilih tentu saja bertujuan meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar daerah operasi.

Lokasi Pemboran Jambaran Tiung Biru
Lokasi Pemboran Jambaran Tiung Biru

“Dari beberapa CSR kita, ada 2 yang jadi primadona, pertama pelatihan membatik bagi ibu-ibu dan kedua pelatihan menjadi peternak ayam petelur. Sekarang ayamnya sudah berproduksi. Walaupun belum semua kebutuhan Bojonegoro terpenuhi dari CSR, tapi mereka sudah mandiri. Sudah berputar hasil jualnya. Bahkan di desa lain sudah minta telurnya,” kata Jamsaton.

PEPC menggandeng Institute Development of Society (IDFoS) Indonesia yang melakukan pendampingan dan pelatihan "Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan anggota BUMDesa dalam menyusun rencana usaha, selain itu juga melakukan analisa kelayakan usaha," ujar Manajer Program IDFoS Indonesia Lely Mubarokah.

Program PEPC ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, karena  sesuai dengan visi misi Pemkab dalam mengembangkan ekonomi masyarakat. Bupati Bojonegoro Anna Muawanah dalam sambutannya pada acara prosesi Tajak Sumur atau Spud In Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi JTB Oktober lalu meminta agar keberadaan proyek ini dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi warga Bojonegoro khususnya.

“Tentunya kami berharap lebih banyak lagi putra daerah yang dilibatkan di proyek ini secara langsung, dan lebih banyak lagi program sosial lainnya untuk masyarakat sekitar yang mendukung program pemerintah daerah,” katanya.

 

 

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA