Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Bertambah, 13 Proyek Energi Terbarukan Mulai Beroperasi

Retno Ayuningtyas, Selasa, 15 Oktober 2019 | 15:59 WIB

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat terdapat 13 proyek energi terbarukan beroperasi yang merupakan bagian dari 75 perjanjian jual beli listrik (PJBL) yang diteken pada 2017-2018. Total kapasitas pembangkit listrik beroperasi ini sebesar 68,25 megawatt (MW).

 

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Harris menuturkan, sebelumnya baru ada 8 proyek energi terbarukan yang sudah beroperasi, sementara yang tahap konstruksi 35 proyek. Namun, beberapa proyek sudah selesai pembangunannya.

 

“Yang ter-update itu adalah yang sudah COD (commercial on date/operasi komersil) tadinya 8 proyek sekarang sudah jadi 13 proyek,” kata dia di Jakarta, Selasa (15/10).

 

Dari 13 proyek tersebut, sebanyak 11 proyek kontraknya diteken pada 2017 dan dua proyek pada 2018. Proyek ini tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Lombok, dan Minahasa.

 

Ke-13 proyek ini adalah PLTA Pakkat 18 MW, PLTM Nengar (excess Power) 1 MW, PLTM Tanjung Tirta 8 MW, PLTM Kincang I 0,35 MW, PLTBg Motra Puding Mas (Excess Power) 2 MW, PLTBm Tempilang 6 MW, PLTS Sengkol 5 5 MW, PLTS Selong 5 MW, PLTS Pringgabaya 5 MW, PLTM Kunci Putih 0,9 MW, dan PLTS Likupang 15 MW. Berikutnya, dua proyek yang PJBL-nya di 2018 adalah PLTBg Sawit Graha Manunggal (Excess Power) 1 MW dan PLTM Sita 1 MW.

 

Sehingga, kini proyek yang masih dalam tahap konstruksi tinggal 30 proyek. Selanjutnya, sisa 32 proyek lainnya masih dalam persiapan pendanaan (financial close/FC). Tepatnya, proyek-proyek ini sebagian sudah mendapatkan bank yang akan memberi pinjaman namun syarat FC-nya belum lengkap, sebagian masih mencari pendanaan, PJBL sudah aktif namun masih proses FC, dan sebagian masih menyiapkan jaminan pelaksanaan dan jaminan penawaran atau PJBL belum berlaku efektif.

 

Secara total, 75 proyek yang kontraknya ditandatangani pada 2017-2018 itu memiliki kapasitas 1.581 MW. Rincinya, pembangkit listrik energi hidro sebanyak 5 proyek dengan total kapasitas 1.104 MW, biogas 6 proyek berkapasitas 10,8 MW, biomassa 6 proyek berkapasitas 42,4 MW, surya 6 proyek berkapasitas 45 MW, panas bumi 1 proyek berkapasitas 86 MW, minihidro 50 proyek berkapasitas 287,8 MW, dan sampai 1 proyek berkapasitas 5 MW.

 

Indonesia memasang target porsi energi baru terbarukan mencapai 23% dalam bauran energi nasional 2025. Di sektor kelistrikan, porsi energi hijau ini harus mencapai 45.200 MW. Namun, hingga semester pertama tahun ini, kapasitas terpasang pembangkit listrik energi terbarukan tercatat baru sekitar 7.218 MW. (ayu)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA