Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia.

Bank Indonesia.

BI Buka Ruang untuk Turunkan Suku Bunga Acuan

Jumat, 3 Juli 2020 | 18:07 WIB
Arnoldus Kristanus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk kembali menurunkan suku bunga acuan. Hal ini tidak terlepas dari upaya untuk menjaga laju perekonomian domestik di tengah pandemi Covid 19.

Dari periode Juni 2019 hingga Juni 2020, BI telah menurunkan suku bunga acuannya sebanyak 175 basis poin dari 6% ke 4,25%. “Seandainya terbuka ruang untuk menurunkan suku bunga, maka kami akan melakukan itu. Ini dengan catatan nilai tukar rupiah stabil, inflasinya terkendali, dan sektor keuangan terjaga,” ucap Dody dalam diskusi virtual, Jakarta, Jumat (3/7).

Ia mengatakan, krisis yang terjadi saat ini berbeda dengan krisis yang pernah terjadi sebelumnya. BI pun terus berupaya menjaga kelangsungan berbagai sektor pendorong pertumbuhan ekonomi. Ini mulai dengan menjaga kelangsungan dunia usaha hingga mendorong konsumsi, sehingga perekonomian domestik bisa kembali pulih.

“Ini dengan asumsi bahwa dalam konteks kesehatan kemanusiaan tertangani dengan baik, sehingga bisa menjadi prasyarat untuk ekonomi pulih,” ucap Dody.

Jaga Stabilitas Sistem Keuangan
Sebagai bank sentral, lanjut Dody, BI berperan dalam menjaga stabilitas baik stabilitas nilai tukar rupiah maupun inflasi. Selain itu, berkoordinasi dengan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang lain, untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Selama stabilitas terjaga, BI segera masuk untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

“Pada hari ini  relatif memang belum bisa dikatakan stabil, tetapi kita bisa tandemkan dengan pertumbuhan ekonomi,” ucap Dody.

Ia mengatakan pandemi Covid-19 telah memukul sektor permintaan dan penawaran secara bersamaan. Oleh karena itu, program Pemulihan Ekononomi Nasional (PEN) dijalankan untuk menjaga dua sektor ini.

“Karena, ujung semuanya adalah penciptaan lapangan kerja. Skema  ini adalah skema yang semuanya berasal dari agen-agen ekonomi, yaitu di bank sentral, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan pemerintah yang menjalankan kebijakan bersama-sama,” ucapnya 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN