Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: Uthan A Rachim

Bank Indonesia. Foto: Uthan A Rachim

BI: Daging Ayam dan Rokok Picu Inflasi 0,04%

Gora Kunjana, Jumat, 11 Oktober 2019 | 16:50 WIB

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) menyatakan survei pemantauan harga (SPH) menunjukkan inflasi hingga pekan kedua Oktober 2019 sebesar 0,04% secara bulanan karena kenaikan harga daging ayam ras sebesar 0,03%, tomat sayur 0,01% dan juga rokok kretek 0,01%.

Dengan inflasi pekan kedua di bulan kesepuluh sebesar 0,04% secara bulanan (month to month/mtm), maka inflasi tahunan diperkirakan sebesar 3,15% (year on year/yoy) atau lebih rendah dibanding inflasi tahunan pada September 2019 yang sebesar 3,39%,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat.

Selain beberapa komoditas yang inflasi, survei BI juga mencatat komoditas yang mengalami penurunan harga atau deflasi yakni cabai merah 0,06% cabai rawit 0,03%, telor ayam ras 0,03%, serta bawang merah, tarif angkutan udara, dan jeruk masing-masing deflasi 0,01%.

"Dengan perkembangan harga pekan kedua Oktober, Alhamdulilah harga terkendali dan sejalan dengan perkiraan BI hingga akhir tahun," ujar Perry.

Jika membandingkan dengan laju inflasi pekan pertama Oktober 2019, Indeks Harga Konsumen (IHK) tidak mencatat kenaikan signifikan. Di pekan pertama, inflasi mencapai 0,02% secara bulanan yang disebabkan kenaikan harga daging ayam sebesar 0,03% dan tomat sayur sebesar 0,01%.

Dengan inflasi pekan pertama di Oktober 2019 sebesar 0,02%, maka inflasi pekan pertama Oktober 2019 secara tahunan sebesar 3,13%.

Secara keseluruhan, Perry menilai pergerakkan harga-harga masih terkendali jika dibandingkan September 2019. Dia meyakini laju inflasi tahun ini masih akan sesuai sasaran inflasi Bank Sentral di 2,5-4,5% (yoy). Bahkan, Perry optimistis inflasi berada di bawah titik tengah sasaran inflasi tersebut.

"Insya Allah, akhir tahun masih akan di bawah titik tengah sasaran inflasi di bawah 3,5%," ujar dia.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA