Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Erwin Haryono

Erwin Haryono

BI: Dinar dan Dirham Bukan Alat Pembayaran yang Sah

Kamis, 28 Januari 2021 | 17:08 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan, rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran yang dilakukan di wilayah NKRI wajib menggunakan rupiah.

“(Ketentuan tersebut) berdasarkan Pasal 23 B UUD 1945 jo. Pasal 1 angka 1 dan angka 2, Pasal 2 ayat (1) serta Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang tentang Mata Uang,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran pers, Kamis (28/1).

Pasal 23B UUD 1945 berbunyi, “Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang”. Pasal 1 angka 1 UU Nomor 7/2011 tentang Mata Uang berbunyi, “Mata Uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Rupiah”. Sedangkan Pasal 1 angka 2 UU yang sama berbunyi, “Uang adalah alat pembayaran yang sah”.

Sementara itu, Pasal 21 ayat (1) UU tentang Mata Uang berbunyi, “Rupiah wajib digunakan dalam: a. setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran; b. penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang; dan/atau c. transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

BI kembali menegaskan hal tersebut seiring dengan adanya indikasi penggunaan alat pembayaran selain rupiah di masyarakat. Bank sentral mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan menghindari penggunaan alat pembayaran selain Rupiah.

“Dalam hal ini kami menegaskan bahwa dinar, dirham atau bentuk-bentuk lainnya selain uang rupiah bukan merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI,” tandas Erwin.

Ia mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan rupiah sebagai mata uang NKRI. “Kami berkomitmen untuk terus mendorong gerakan untuk mencintai dan merawat rupiah bersama dengan otoritas terkait dan seluruh komponen masyarakat sebagai salah satu simbol kedaulatan negara,” kata Erwin.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN