Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Budi Hanoto (Kepala Pengembangan UMKM & Perlindungan Konsumen BI)

Budi Hanoto (Kepala Pengembangan UMKM & Perlindungan Konsumen BI)

BI Dorong UMKM Go Digital dan Go Export

Sabtu, 30 November 2019 | 23:04 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

YOGYAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat berkembang dengan memberikan akses pembiayaan dan akses pasar menggunakan teknologi digital (go digital), sehingga dapat masuk ke pasar ekspor (go export). 

Hal itu mengemuka dalam diskusi terbatas yang diselenggarakan ISEI Cabang Yogyakarta, di Yogyakarta, Sabtu (30/11/2019).

Diskusi terbatas yang digelar di sebuah warung sambil makan siang, menghadirkan narasumber utama Budi Hanoto (Kepala Departemen UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia), dengan marasumber pendamping Y Sri Susilo (Dosen FBE UAJY/Atma Jogja dan Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta), dan moderator Amiluhur Soeroso (Pengurus ISEI Cabang Yogyakarta).

Pada awal diskusi, Budi Hanoto menyampaikan salah satu hasil Rapat Dewan Gubernur BI (20-21 November 2019) telah memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada level 5,00%.

Narasumber, moderator & peserta diskusi
Narasumber, moderator & peserta diskusi

“Pemangkasan suku bunga acuan BI yang cukup signifikan tersebut belum diikuti oleh suku bunga kredit perbankan”, ungkap Budi.

Belum menurunnya suku bunga kredit perbankan terkait juga dengan likuditas perbankan. Di tengah likuiditas perbankan yang sedang seret seperti saat ini, sudah pasti perbankan tak mau ambil risiko dengan langsung menurunkan bunga kredit.

Budi menjelaskan, pengembangan UMKM yang dilakukan oleh BI, dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir dengan pendekatan klaster, wirausaha atau pendekatan Local Economic Development (LED).

Dalam mendorong pengembangan UMKM, kata Budi, BI menggunakan pendekatan end to end atau dari hulu ke hilir. Dari sektor hulu, BI bukan hanya melakukan pendampingan dan pembinaan saja melainkan memperbaiki manajemen administrasi dan tata kelola serta melatih kewirausahaan.

“Di sektor hilir, BI juga memberikan akses pembiayaan dan akses pasar menggunakan digital hopefully sehingga masuk ke pasar yang lebih prospektif (go digital)”, jelas Budi Hanoto.

Agar terwujud akselerasi kapasitas usaha dan perluasan pasar produk UMKM, termasuk pasar ekspor (go export), maka BI memberikan fasilitas temu bisnis (business matching) dan konsultasi bisnis (business coaching). Temu bisnis, ujar Budi, bertujuan untuk memberikan apresiasi dan menggalang komitmen dalam rangka pengembangan UMKM. Kegiatan konsultasi bisnis untuk menyediakan informasi dan konsultasi kepada pelaku UMKM maupun calon pelaku bisnis.

“Upaya BI untuk melakukan go digital & go export dalam pengembangan UMKM wajib didukung oleh pemangku kepentingan (stakeholders)”, tandas Y Sri Susilo. Pengembangan UMKM diperlukan perlindungan dalam bentuk regulasi dan kebijakan. Di samping itu, lanjut dia, “keberpihakan” juga diperlukan.

“Upaya BI dalam program go digital & go export merupakan wujud nyata keberpihakan tersebut,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN