Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti dalam acara Forum Diskusi Salemba 46 Outlook Perekonomian Indonesia 2021, Sabtu (30/1/2021).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti dalam acara Forum Diskusi Salemba 46 Outlook Perekonomian Indonesia 2021, Sabtu (30/1/2021).

BI: Ekonomi Kembali Menggeliat Sejak Pertengahan Agustus

Selasa, 14 September 2021 | 13:56 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa kinerja ekonomi Indonesia kembali menggeliat mulai pertengahan Agustus lalu seiring tren penurunan kasus Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperlonggar.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, pemulihan ekonomi sempat tertahan saat memasuki kuartal III-2021, sejalan dengan meningkatnya penyebaran varian delta Covid-19 yang menyebabkan diberlakukan PPKM sehingga menahan aktivitas masyarakat.

Namun, pada pertengahan Agustus 2021, berbagai perkembangan dini mulai menunjukkan pembalikan yang tercermin dari indikator peningkatan mobilitas masyarakat, transaksi pembayaran melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan transaksi melalui RTGS yang meningkat.

“Perkembangan hingga Agustus 2021 mengindikasikan aktivitas ekonomi yang mulai membaik,” tutur Destry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (14/8).

Menurut dia, BI masih mewaspadai berbagai risiko yang timbul dari penyebaran varian delta. Pasalnya, saat ini masih terjadi peningkatan penyebaran varian delta Covid-19 di berbagai negara. Hal ini mengakibatkan tertahannya perbaikan ekonomi di negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang masih terbatas.

Meski begitu, kuatnya pemulihan ekonomi di Amerika Serikat dan kawasan Eropa serta Tiongkok diperkirakan dapat menopang prospek perekonomian Global. Proyeksi BI, ekonomi global akan tumbuh mencapai 5,8% pada tahun ini dan akan berlanjut mencapai 4,3% pada 2022. “Pemulihan ekonomi global akan menopang peningkatan volume perdagangan dan harga komoditas dunia,” tutur dia.

Lebih lanjut Destry mengatakan, di semester II-2021 ini ketidakpastian di pasar keuangan global sudah sedikit menurun, sejalan dengan prospek perekonomian dunia yang membaik dan komunikasi yang jelas terkait arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).

“Komunikasi The Fed yang transparan dan konsisten tentang arah kebijakan yang tetap akomodatif setidaknya pada 2021 dan kondisi tersebut mendorong masuknya aliran modal global dan penguatan mata uang di berbagai negara berkembang termasuk Indonesia,” tegas dia.

Meski arah kebijakan The Fed sudah jelas, lanjut Destry, namun BI masih mewaspadai berbagai risiko terkait kebijakan pengurangan stimulus moneter AS atau tapering off dan munculnya varian baru Covid-19.

“Masih terdapat risiko terkait rencana kebijakan pengurangan stimulus moneter atau biasa kita sebut tapering yang akan dilakukan oleh The Fed dan juga adanya peningkatan kasus varian delta Covid-19 ataupun varian baru yang perlu dan itu kami waspadai ke depan,” pungkas dia.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN