Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo  Sumber: BSTV

Gubernur BI Perry Warjiyo Sumber: BSTV

BI: Kecepatan Vaksinasi dan Besaran Stimulus Penyebab Pemulihan Ekonomi Tak Merata 

Kamis, 2 September 2021 | 11:54 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id  - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berkomitmen untuk mencermati berbagai perkembangan terkini terkait pandemi Covid-19, seiring dengan perbedaan kecepatan pemulihan ekonomi dunia khususnya antara negara maju dan negara berkembang.

Ia menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan pemulihan ekonomi antara negara maju dan negara berkembang, pertama terkait penanganan pandemi Covid-19 yang menyangkut isu kecepatan vaksinasi, serta besaran stimulus fiskal dan moneter.

“Ada perbedaan, dari pada pertumbuhan ekonomi. Mengapa demikian, karena sangat bergantung pada bagaimana negara dan menanggulangi pandemi, vaksinasi sejatinya. Stimulus fiskal dan moneter yang benar-benar besar, serta juga dampak pembatasan mobilisasi dalam rantai nilai global dan lokal,”tuturnya dalam Konferensi Internasional Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan ke 15, Kamis (2/9).

Lebih lanjut, Perry menjelaskan negara yang akan pulih dengan kuat yakni Amerika Serikat dan Tiongkok, sejalan dengan permintaan domestik yang meningkat capatnya vaksinasi di kedua negara tersebut dan stimulus fiskal dan moneter yang digelontorkan di negara tersebut.

Pemulihan yang kuat di negara tersebut juga tercermin dari proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat tahun ini mencapai 6,8% dan tahun depan 3,5%. Sementara itu, Tiongkok tahun ini akan mencapai 8,4% dan tahun depan turun jadi 5,5%.

“Tiongkok dan  Amerika Serikat  menjadi negara dengan   pertumbuhan ekonomi tercepat dan didorong vaksinasi stimulus ekonomi yang besar, serta stimulus fiskal dan moneter.  Tapi lihatlah negara berkembang memiliki kemampuan untuk vaksinasi, stimulus fiskal dan moneter, tidak seberapa dibandingkan dengan negara maju,”tegasnya.

Meski begitu, secara khusus Perry mengaskan bahwa ekonomi Indonesia harus menjadi lebih kuat pasca pandemi Covid-19 sejalan dengan upaya percepatan vaksiansi dan beragam stimulus fiskal dan moneter yang digelontorkan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN