Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi suku bunga bank

Ilustrasi suku bunga bank

BI, Kemenkeu hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

Jumat, 30 September 2022 | 14:35 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR) yang terdiri atas Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan, dan Indonesia Foreign Exchange Commitee resmi menerbitkan panduan penggunaan IndONIA sebagai referensi suku bunga rupiah.

"Penerbitan panduan ini bertujuan meningkatkan integritas referensi suku bunga rupiah dalam mendukung proses pendalaman pasar keuangan, efektivitas transmisi kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan," berikut keterangan resmi NWGBR melalui siaran pers bersama, Jumat, (30/9/2022).

Penerbitan panduan ini adalah langkah NWGBR sebagai perwakilan otoritas dan pelaku pasar keuangan untuk menginisiasi, menyiapkan, dan mengawal proses reformasi referensi suku bunga rupiah. Tujuannya supaya transisi reformasi referensi suku bunga seperti di pasar keuangan global dapat berjalan dengan lancar.

Adapun fokus utama panduan ini ialah menjelaskan pilihan rekomendasi referensi suku bunga rupiah yang berdasarkan pada IndONIA serta contoh penggunaannya untuk berbagai produk keuangan.

Baca juga: Tingkatkan Referensi Suku Bunga Rupiah, NWGBR Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

Lebih lanjut, panduan tersebut akan membantu pelaku usaha dan pemangku kepentingan memahami proses reformasi referensi suku bunga rupiah dan menjadi panduan penggunaannya untuk berbagai produk keuangan.

"Dengan penerbitan panduan ini, diharapkan dapat memperkaya berbagai produk pasar keuangan yang menggunakan referensi IndONIA (IndONIA-based market)," tambah siaran pers tersebut.

Sejalan dengan reformasi referensi suku bunga di pasar keuangan global, NWGBR merekomendasikan alternatif referensi suku bunga atau alternative reference rate (ARR) rupiah non-overnight yang dibentuk berdasarkan IndONIA.

Baca juga: Tantangan IndONIA sebagai Suku Bunga Referensi

Lalu, dihitung sesuai dengan international best practice, termasuk IOSCO Principle, sehingga robust dan kredibel. ARR tersebut pada saatnya akan menggantikan JIBOR.

Selanjutnya, untuk membantu seluruh pelaku ekonomi dan pemangku kepentingan dalam menggunakan rekomendasi ARR rupiah.

Pada awal 2023, Bank Indonesia akan mempublikasikan Compounded IndONIA dan IndONIA Index. Compounded IndONIA yang akan dipublikasikan adalah referensi suku bunga rupiah dengan tenor 30 hari, 90 hari, 180 hari, dan 360 hari. Sementara itu untuk tenor-tenor lainnya, pelaku pasar dapat menggunakan IndONIA Index.

Baca juga: CIMB Niaga Luncurkan Cross Currency Swap IndONIA dan SOFR Pertama di Indonesia

Publikasi Compounded IndONIA dan IndONIA Index akan dilakukan paralel dengan publikasi JIBOR sampai penetapan tanggal penghentian publikasi yang akan diumumkan kemudian. Ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi pelaku ekonomi dan pemangku kepentingan terkait guna mempersiapkan transisi dari JIBOR ke IndONIA.

Penggunaan IndONIA sebagai referensi suku bunga rupiah dalam produk pasar keuangan (IndONIA-based market) akan memberikan transparansi harga bagi pelaku ekonomi sehingga akan mendorong proses pendalaman pasar keuangan.

Dengan demikian, harga yang terbentuk dari IndONIA-based market akan membentuk kurva suku bunga pasar uang yang kredibel sehingga akan mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com