Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti dalam acara Forum Diskusi Salemba 46 Outlook Perekonomian Indonesia 2021, Sabtu (30/1/2021).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti dalam acara Forum Diskusi Salemba 46 Outlook Perekonomian Indonesia 2021, Sabtu (30/1/2021).

BI: Kerugian RI Akibat Cuaca Ekstrem Lebih dari Rp 100 Triliun per Tahun

Rabu, 8 Desember 2021 | 16:39 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan, kerugian ekonomi Indonesia yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem mencapai lebih dari Rp 100 triliun per tahun. Posisi geografis dengan kepulauan yang terletak di ring of fire atau cincin api, mengakibatkan Indonesia berisiko terpapar perubahan iklim lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain.

“Dan biaya ini diperkirakan akan terus tumbuh secara eksponensial akibat semakin ekstremnya cuaca di masa depan. Sehingga, apabila kita tidak melakukan tambahan aksi mitigasi, biaya akibat cuaca ekstrem pada 2050 diperkirakan dapat mencapai 40% dari PDB,” ujar Destry dalam webinar bertajuk “Penguatan Keuangan Hijau dalam Menjawab Tantangan dan Peluang bagi Stabilitas Sistem Keuangan”, Rabu (8/12/2021).

Namun, ia menambahkan, tidak hanya mendatangkan ancaman berupa pemanasan global, perubahan iklim juga bisa mendatangkan peluang bagi perekonomian Indonesia berupa peningkatan investasi, pertumbuhan ekonomi, dan penambahan cadangan devisa. Peluang ini akan didapat bila Indonesia melakukan langkah-langkah transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Proses transisi menuju ekonomi rendah karbon diperkirakan membutuhkan investasi besar, sehingga akan mendorong masuknya investasi global ke Indonesia,” ucap Destry. Ia menyebutkan, hal itu akan mendorong kenaikan produk domestik bruto (PDB) 0,62% per tahun dan tambahan kenaikan cadangan devisa sebesar US$ 51,9 miliar.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN