Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat menyampaikan media briefing di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Humas Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat menyampaikan media briefing di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Humas Bank Indonesia

MELALUI PENAIKAN GWM

BI Mulai Normalisasi Kebijakan Likuiditas Maret 2022

Kamis, 20 Januari 2022 | 15:08 WIB
Triyan Pangastuti ,Nasori

JAKARTA, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjoyo menyatakan, bank sentral akan mulai melakukan normalisasi kebijakan likuiditas dengan menaikkan secara bertahap giro wajib minimum (GWM) rupiah perbankan yang saat ini sebesar 3,5%, mulai awal Maret 2022. Selain untuk menjaga stabilitas, langkah ini sekaligus untuk memitigasi dampak rentetan global dari normalisasi kebijakan di negara maju, khususnya bank sentral AS, The Fed.

“(Normalisasi dilakukan) dengan tetap memastikan kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit atau pembiayaan kepada dunia usaha dan partisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN, dengan masih tingginya rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) yang saat ini sebesar 35,12%,” ujar Perry dalam konferensi terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Januari 2022, Kamis (20/1/2022).

Perry memaparkan, pentahapan penaikan GWM rupiah untuk bank umum konvensional yang saat ini sebesar 3,5% adalah sebagai berikut: pertama, kenaikan 150 bps sehingga menjadi 5,0% dengan pemenuhan secara harian sebesar 1,0% dan secara rata-rata sebesar 4,0% berlaku mulai 1 Maret 2022.

Kedua, kenaikan 100 bps sehingga menjadi 6,0% dengan pemenuhan secara harian sebesar 1,0% dan secara rata-rata sebesar 5,0% berlaku mulai 1 Juni 2022. Ketiga, kenaikan 50 bps, sehingga menjadi 6,5% dengan pemenuhan secara harian sebesar 1,0% dan secara rata-rata sebesar 5,5% berlaku mulai 1 September 2022.

Sedangkan GWM rupiah untuk bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) yang saat ini sebesar 3,5% adalah sebagai berikut: pertama, kenaikan 50 bps, sehingga menjadi 4,0% dengan pemenuhan secara harian sebesar 1,0% dan secara rata-rata sebesar 3,0% berlaku mulai 1 Maret 2022.

Kedua, kenaikan 50 bps, sehingga menjadi 4,5% dengan pemenuhan secara harian sebesar 1,0% dan secara rata-rata sebesar 3,5% berlaku mulai 1 Juni 2022. Ketiga, kenaikan 50 bps, sehingga menjadi 5,0% dengan pemenuhan secara harian sebesar 1,0% dan secara rata-rata sebesar 4,0% berlaku mulai 1 September 2022.

“Kami juga memberikan jasa giro sebesar 1,5% kepada bank umum konvensional, bank umum syariah, dan unit usaha syariah yang memenuhi kewajiban GWM dalam rupiah secara rata-rata,” ucap Perry.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN