Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: AFP/Beritasatu.com)

Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: AFP/Beritasatu.com)

BI Pangkas Lagi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 3%

Kamis, 23 Juni 2022 | 16:13 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3% (year on year/yoy). Proyeksi ini lebih rendah dari sebelumnya yang mencapai 3,4%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, proyeksi yang lebih rendah dari sebelumnya disebabkan peningkatan ketidakpastian global yang berasal dari ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina, pengetatan kebijakan moneter AS dan sejumlah negara maju, serta kebijakan zero Covid-19 di Tiongkok.

Advertisement

Adapun proyeksi sebelumnya yang sebesar 3,4% sudah diturunkan dari 3,5%. “Seluruh faktor menunjukkan pertumbuhan ekonomi global berisiko ke bawah,” tutur Perry dalam Konferensi Pers RDG, Kamis (23/6/2022).

Baca juga: Untuk ke-16 Kalinya, BI Masih Tahan Suku Bunga Acuan

Ia menegaskan, faktor ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina memicu pengenaan sanksi yang makin luas. Alhasil menyebabkan gangguan sisi pasokan energi dan pangan global, kemudian menyulut peningkatan harga-harga komoditas yang bermuara pada peningkata ninflasi di berbagai negara.

Lonjakan inflasi yang terjadi di berbagai negara maju juga memicu risiko pengetatan kebijakan moneter di sejumlah negara karena ruang fiskal yang mulai terbatas, sehingga sejumlah negara tidak dapat menaikkan subsidi untuk menjangkar inflasi.

"Ruang fiskal yang terbatas di sejumlah negara ini kemudian menyebabkan sejumlah bank sentral meningkatkan suku bunga. Namun, kenaikan suku bunga berpotensi menurunkan sisi permintaan dan menurunkan pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Tetap, Rupiah Mampu Bertahan di Zona Hijau

Sementara itu, dampak dari kebijakan zero Covid-19 di Tiongkok juga membawa potensi perlambatan pertumbuhan di negara tersebut, apalagi negara tersebut merupakan salah satu negara yang memiliki peran besar terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Meski demikian, Perry meyakini kondisi ekonomi global tetap dalam tren pemulihan yang berlanjut dan ketidakpastian ekonomi akan terus melandai. Sebab itu, pertumbuhan ekonomi global tahun depan bisa mencapai 3,3%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN