Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo

DITOPANG KONSUMSI

BI Pekirakan Kuartal III Pertumbuhan Ekonomi 5,1%

Triyan Pangastuti, Senin, 7 Oktober 2019 | 12:56 WIB

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2019 akan berada di level 5,1%. Ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang masih bagus dan membaiknya investasi bangunan dan nonbangunan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dorongan konsumsi ini ditopang oleh penghasilan yang membaik. Adapun konsumsi kelompok masyarakat menengah bawah yang membaik ditopang oleh peningkatan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah serta dukungan BI dalam elektronifikasi bansos.

Peran konsumsi yang besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi ini tercermin pada indeks keyakinan konsumen (IKK) periode September 2019 yang tercatat 121,8, meskipun menurun jika dibandingkan periode Agustus yang 123,1.  Akan tetapi, ini masih menunjukkan optimisme konsumen terjaga karena masih di atas 100.

“Optimisme konsumen didukung oleh persepsi positif terhadap kondisi saat ini, dan kondisi ke depan, kemudian terkait ekspektasi penghasilan ke depan tetap akan optimistis dan ini mendukung IKK. Jadi, optimisme tetap terjaga,” jelas Perry.

"Saya kira sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri yakni manufkatur, pariwisata, UMKM, dan ekonomi keuangan digital akan terus diberjalan sampai akhir tahun. Sehingga pertumbuhan ekonomi 5,1%," ujar Perry di Jakarta, Jumat (4/10).

Selain itu, di sisi  investasi bangunan yakni infrastruktur diyakini masih akan menopang pertumbuhan ekonomi, kemudian investasi swasta akan didorong khususnya untuk investasi nonbangunan, seiring dengan langlah BI yang sudah memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali tahun ini.

“Pemangkasan suku bunga bukan hanya mendorong kenaikan kemampuan perbankan menyalurkan pinjaman dari sisi supply, tapi juga untuk meningkatkan kredit dan pembiayaan dari perbankan maupun pasar modal,” papar dia.

BI juga telah melakukan berbagai relaksasi makroprudensial yaitu  pengaturan rasio intermediasi perbankan (RIM) baik secara konvensional maupun syariah, pelonggaran loan to value (LTV) untuk kredit kendaraan bermotor dan properti. Bank sentral pun masih memberikan insentif tambahan berupa keringanan biaya bagi dua sektor tersebut jika berlabel produk berwawasan lingkungan atau green.

Perry berharap, pada triwulan III dan IV tahun ini akan ada ekspansi fiskal yang lebih besar, dibandingkan triwulan I dan triwulan II. Apalagi, belanja fiskal utamanya pada dua triwulan ini akan cenderung meningkat. BI juga berjanji akan mendorong sektor riil lain; seperti manufaktur, pariwisata, UMKM, dan keuangan digital. Sehingga, ia juga berharap pertumbuhan ekonomi akhir tahun ini dapat mencapai 5,1%.

“Sinergi pemerintah, OJK dan berbagai pihak seperti dunia usaha dan lainnya diharapkan bisa menopang pertumbuhan ekonomi kita tahun ini, insya Allah bisa mencapai 5,1%. Sedangkan tahun depan pertumbuhan ekonomi bisa mendekati 5,3%,” jelas dia.

 

Masih Minim

Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede memperkirkan, kontribusi sisi kinerja eskpor terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2019 hingga akhir tahun masih akan minim. Oleh karena itu, pemerintah hanya bisa mengandalkan sisi investasi, konsumsi, dan pengeluaran pemerintah (government spending) yang digunakan lebih produktif. Kendati demikian, ia tak menampik bahwa faktor pendorong kuaetal III tahun ini berbeda dengan kuartal III tahun lalu.

Josua mengatakan, dengan adanya langkah BI melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan sebanyak 75 bps dalam tiga bulan berturut-turut dan penurunan GWM, diharapkan  dapat memberikan sentimen positif untuk mempengaruhi ekspektasi orang melakukan belanja dan meningkatkan daya beli. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA