Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

BI Perkirakan Inflasi Maret 0,13%

Arnoldus Kristianus, Minggu, 29 Maret 2020 | 10:17 WIB

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Maret 2020 mencapai 0,13% atau lebih rendah dari periode Februari 2020. Hal itu berdasarkan survei pemantauan harga yang rutin dilakukan BI setiap pekan. Dengan pemantauan sementara itu, tercatat infasi tahun kalender mencapai 0,80% dan inflasi tahunan sebesar 3%.

“Berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu IV Maret 2020, inflasi Maret 2020 sampai dengan minggu keempat diperkirakan sebesar 0,13% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya,”ucap Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (27/3).

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko

Adapun penyumbang inflasi pada periode laporan kali ini berasal dari komoditas emas perhiasan 0,06%, jeruk 0,04%, telur ayam ras dan gula pasir masing-masing 0,03%. Selain itu, bawang merah 0,02%, serta kangkung, bayam, nasi dengan lauk dan bahan bakar rumah tangga masing-masing sebesar 0,01%.

Sementara itu, komoditas utama penyumbang deflasi yaitu cabai merah 0,09%, cabai rawit 0,03% serta bawang putih, tomat, daging ayam ras, minyak goreng dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,01%.

Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga dari minggu sebelumnya antara lain emas perhiasan, gula pasir, jeruk dan bawang merah. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada Februari 2020 sebesar 0,28% karena adanya kenaikan harga bawang putih dan cabai merah. Dalam periode ini, bawang putih menyumbang andil inflasi sebesar 0,09% dan cabai merah menyumbang andil inflasi senilai 0,06%.

Komoditas lain yang menjadi penyumbang inflasi adalah daging ayam ras, jeruk, rokok kretek filter, beras, minyak goreng, rokok putih, cabai rawit, bawang bombai dan kentang.

Optimistis

Perry Warjiyo. Sumber: BSTV
Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir tidak memengaruhi upaya pemerintah dan BI untuk mencapai target inflasi sebesar 3,5% plus minus 1%.

“Bagaimana kredibilitas kebijakan BI mengelola kebijakan moneter untuk memastikan stabilitas tercapai dan memastikan sasaran inflasi tercapai,” ucap Perry Warjiyo dalam telekonferensi pers, di Jakarta pada Kamis (26/3).

Perr y meyakini ada sejumlah faktor yang menyebabkan pelemahan rupiah hanya berdampak sedikit ke inflasi. Saat ini pasokan bahan pangan masih cukup. Hal ini menyebabkan inflasi dari bahan makanan cukup rendah.

“Secara total kenaikan permintaan ini bisa dipenuhi dari kenaikan penawaran sehingga kesenjangan output negatif. Dampak dari kesenjangan output rendah,” ucap Perry.

Selain itu, kebijakan pemerintah untuk stabilisasi pasar keuangan dan perekonomian memberikan kepercayaan untuk pasar. BI juga terus bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

“Pemerintah sudah berulangkali menegaskan pasokan tersedia khususnya bahan makanan untuk memastikan ketersediaan. Apalagi bulan depan sudah masuk bulan Ramadhan,” ucap Perry.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN