Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

BI Perkirakan Transaksi E-Commerce 2021 Capai Rp 377 Triliun

Kamis, 3 Desember 2020 | 13:53 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI)  memproyeksikan transaksi digital pada tahun 2021 akan meningkat signifikan hingga Rp 337 triliun. Peningkatan ini didorong oleh tren digitalisasi di Indonesia yang semakin cepat selama masa pandemi Covid-19 dan semakin terakselerasi.

“Ekonomi dan keuangan digital akan meningkat pesat. Pada 2021 nilai transaksi e-commerce akan mencapai Rp 337 triliun," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo  dalam pertemuan tahunan BI secara virtual, Kamis (3/12).

Lebih lanjut, Perry mengatakan bahwa transaksi digital di perbankan juga akan mengalami peningkatan yang signifikan.

“Dengan perkiraan transaksi uang elektronik pada tahun depan diprediksi akan mencapai Rp 266 triliun, sedangkan digital banking diperkirakan memiliki potensi transaksi lebih dari Rp 32.000 triliun,” ujarnya.

Gubernur BI Perry Warjiyo
Gubernur BI Perry Warjiyo

Kemudian ia menilai prospek kinerja ekonomi di tahun 2021, akan semakin membaik seiring ketidakpastian yang mereda khususnya terkait pandemi Covid-19. Sehingga pertumbuhan ekonomi 2021 akan berada  kisaran 4,80% yoy hingga 5,8% yoy.

Sementara itu pertumbuhan ekonomi global diperkirakan juga akan membaik di posisi 5% tahun 2021, setelah terpukul dalam selama pandemi dengan  kontraksi 3,8% di tahun 2020.

Pemulihan ekonomi global didukung oleh dorongan stimulus fiskal dan moneter di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, dan Tiongkok serta mulai meningkatnya mobilitas manusia dan aktivitas perekonomian. Indikator pemulihan global ini berdampak positif terhadap kinerja pasar keuangan dalam negeri.

“Ketidakapastian pasar keuangan mereda, aliran modal asing masuk (inflow) kembali masuk ke emerging market, didorong meningkatnya likuiditas global dan rendahnya suku bunga negara maju, dan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menurun,” paparnya.

Selain itu, menurutnya perkiraan  pertumbuhan ekonomi  yang pulih juga terjadi di seluruh daerah, karena didorong oleh kenaikan ekspor dan perbaikan perekonomian global, juga konsumsi rumah tangga.

Perry juga menambahkan, peningkatan konsumsi rumah tangga ini memang merupakan kabar baik.

Bahkan  perbaikan konsumsi rumah tangga sejalan dengan stimulus belanja sosial yang digulirkan oleh pemerintah lewat program jaring pengaman sosial dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Pertumbuhan Ekonomi meningkat seluruh daerah didukung kenaikan ekspor dan perbaikan ekonomi  global konsumsi stimulus belanja sosial, investasi belanja modal dan investasi swasta dengan omnibus law Cipta Kerja ,serta meningkatnya mobilitas manusia dengan vaksinasi,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN