Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia (BI Perry Warjiyo

Gubernur Bank Indonesia (BI Perry Warjiyo

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5%

Kamis, 17 Juni 2021 | 14:20 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) di level 3,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 16-17 Juni 2021, tidak berubah sejak 18 Februari 2021. Selain itu, suku bunga deposit facility juga tetap ditahan di angka 2,75%, dan suku bunga lending facility di angka 4,25%.

“Keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga serta sebagai upaya untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers pemaparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RD) secara virtual, Kamis (17/6).

Menurut Perry, bank sentral juga terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran Indonesia. “Ini dilakukan untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi lebih lanjut melalui sejumlah langkah kebijakan,” kata dia.

Sejumlah langkah itu meliputi pertama, melanjutkan kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Kedua, melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter yang akomodatif.

Ketiga, memperkuat kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan penekanan pada suku bunga kredit baru, terutama faktor-faktor yang menyebabkannya yaitu peningkatan persepsi risiko dan margin keuntungan serta analisis SBDK individual bank.

Keempat, memperpanjang kebijakan penurunan nilai denda keterlambatan pembayaran kartu kredit 1% dari outstanding atau maksimal Rp 100 ribu sampai dengan 31 Desember 2021. “Ini dilakukan untuk mendorong penggunaan kartu kredit sebagai buffer konsumsi masyarakat dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional,” jelas Perry.

Kelima, mempercepat program pendalaman pasar uang melalui penguatan kerangka pengaturan pasar uang dan implementasi electronic trading platform (ETP) multimatching, khususnya pasar uang rupiah dan valas.

Keenam, memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan dan investasi serta melanjutkan sosialisasi penggunaan local currency settlement (LCS) bekerja sama dengan instansi terkait.

Perry mengungkapkan, pada Juni dan Juli 2021 akan diselenggarakan promosi investasi dan perdagangan di Jepang, Amerika Serikat (AS), Meksiko, Prancis, Swedia, Norwegia, Singapura, Australia, dan Tiongkok.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN