Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam media briefng pada Rabu (29/4/2020). Foto: Humas BI

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam media briefng pada Rabu (29/4/2020). Foto: Humas BI

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4%

Kamis, 17 September 2020 | 14:24 WIB
Nasori dan Trian Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate (BI7DRR) di level 4%. Suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility pun tidak diubah yaitu masing-masing tetap di level 3,25%, dan 4,75%.

“Keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah inflasi yang diperkirakan tetap rendah,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers pada Kamis (17/8) terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung selama dua hari, 16-17 Agustus 2020.

Menurut dia, keputusan ini diambil setelah memperhatikan asesmen yang dilakukan bank sentral terhadap kondisi ekonomi global maupun domestik, kondisi eksternal, nilai tukar, inflasi, stabilitas sistem keuangan, serta sistem pembayaran terkini.

Sementara itu, untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19, Perry menambahkan, bank sentral menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas, termasuk dukungan Bank Indonesia terhadap pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN 2020.

Di samping keputusan tersebut, lanjut Perry, BI juga menempuh sejumlah langkah-langkah lain yaitu pertama, melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Kedua, memperkuat strategi operasi moneter guna meningkatkan transmisi stance kebijakan moneter yang ditempuh

Ketiga, memperpanjang periode ketentuan insentif pelonggaran GWM Rupiah sebesar 50 basis poin (bps) bagi bank yang menyalurkan kredit UMKM dan ekspor impor serta kredit non-UMKM sektor-sektor prioritas yang ditetapkan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Insentif pelonggaran yang mestinya berakhir 31 Desember 2020 itu diperpanjang sampai dengan 30 Juni 2021.

Keempat, mendorong pengembangan instrumen pasar uang untuk mendukung pembiayaan korporasi dan UMKM sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional. Kelima, melanjutkan perluasan akseptasi QRIS dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi dan pengembangan UMKM melalui perpanjangan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 0% untuk usaha mikro (UMI) dari 30 September 2020 menjadi sampai dengan 31 Desember 2020.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN