Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam media briefng pada Rabu (29/4/2020). Foto: Humas BI

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam media briefng pada Rabu (29/4/2020). Foto: Humas BI

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,5%

Triyan Pangastuti/Nasori, Selasa, 19 Mei 2020 | 14:31 WIB

JAKARTA, investor.id - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Mesi 2020 memutusakan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 4,5%. Sedangankan suku bunga deposit facility sebesar 3,75% dan suku bunga lending facility sebesar 5,25%.

“Keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stablitas nilai tukar di tengah ketidakpastian pasar keuangan global,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI secara virtual, Selasa (19/5).

Meskipun demikian, kata Perry, Bank Indonesia masih melihat adanya ruang penurunan suku bunga seiring dengan rendahnya tekanan inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama pada tahun 2020.

"Ke depan dan momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global, suku bunga ditahan karena ekonomi Indonesia terkendali berkat kebijakan makroprudensial," jelas dia.

Menurut Perry, strategi moneter perlu dilakukan untuk menjaga kecukupan likuiditas di pergantian tahun. Selain itu, hal tersebut juga dilakukan untuk mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif.

"Kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian," ujar dia.

Sebelumnya, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menyarankan kepada Bank Indonesia (BI) agar mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 4,5% dalam rapat dewan gubernur (RDG) dua hari yang berakhir hari ini, Selasa (19/5).

“Menekankan perlunya menjaga stabilitas rupiah dalam jangka pendek di tengah ketidakpastian dari pandemi Covid-19 yang masih tinggi, untuk saat ini, kami menyarankan BI untuk mempertahankan suku bunga kebijakan di 4,5%,” ujar ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky dalam seri analisis makroekonomi yang diterima Investor Daily, Senin (18/5).

Mencermati kondisi terkini, kata dia, sebenarnya BI memiliki ruang yang memadai untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Ini didorong oleh kondisi inflasi yang stabil dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, karena adanya prediksi perlambatan pertumbuhan PDB pada kuartal II dan kuartal III 2020.

“Namun, perlu diingat bahwa BI harus mempertahankan yield differential untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pelarian modal. Suku bunga kebijakan yang lebih rendah dapat mendorong investor memindahkan aset mereka kembali ke negara-negara ‘safe-haven’, sehingga dapat memicu fluktuasi rupiah,” jelas Teuku.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN