Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perry Warjiyo. Foto: IST

Perry Warjiyo. Foto: IST

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 5,07-5,1%

Senin, 8 Juli 2019 | 15:53 WIB

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal II-2019 akan bertumbuh di kisaran 5,07% hingga 5,1% atau tidak meningkat signifikan dibanding kuartal I-2019 yang sebesar 5,07%.

Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung DPR, Jakarta, Senin, mengatakan konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan, dan "mengkompensasi" kinerja ekspor yang belum membaik signifikan. Perry meyakini konsusi rumah tangga akan bertumbuh di atas 5,1% pada kuartal II 2019 dibanding kuartal II 2018 (year on year/yoy).

"Sumber pertumbuhan berasal dari konsumsi rumah tangga yang kuat yakni momen Ramadhan, Lebaran, dan belanja Pemilu 2019," ujar Perry seperti dilansir Antara.

Sumber pertumbuhan lain yang menopang pertumbuhan ekonomi kuartal II adalah investasi bangunan karena masih masifnya pembangunan infrastruktur.

Untuk kinerja kontributor lain terhadap pertumbuhan yakni ekspor dan impor, Perry menilai perang dagang AS dan Tiongkok telah berdampak pada nilai ekspor komoditas dan juga manufaktur.

"Kecuali kelapa sawit masih cukup bagus untuk yang lain-lain ada dampak perang dagang. Demikian juga sejumlah ekspor manufaktur ke Amerika Serikat," ujarnya Perry.

Oleh karena itu, lanjut Perry, pemerintah perlu meningkatkan hubungan perdagangan bilateral dengan AS agar dapat mengisi pasar impor AS yang sebelumnya mejnadi pasar ekspor Tiongkok.

Dengan adanya hubungan dagang bilateral, Indonesia bisa membeli atau mengimpor sejumlah komoditas dari AS yang sebelumnya dipasok dari negara lain. Setelah itu, AS bisa menerima ekspor dari Indonesia terutama untuk mensubstitusi barang-barang yang sebelumnya dipasok dari Tiongkok.

"Seperti kedelai dan katun bisa kita impor dari Amerika Serikat, supaya kita bisa ekspor ke Amerika Serikat khususnya garmen furnitur, dan sejumlah mesin dari peralatan tertentu," ujarnya.

Adapun jika dibandingkan kuartal II-2018, ekonomi Indonesia tumbuh 5,27% secara tahunan (yoy). (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN