Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

DIDORONG IDUL FITRI,

BI Proyeksi Industri Manufaktur Kuartal I Masuk Fase Ekspansif 50,01%

Rabu, 14 April 2021 | 11:38 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan kinerja industri pengolahan akan meningkat dan berada pada fase ekspansi di kuartal I. Ini tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 50,01%meningkat dari 47,29% pada triwulan IV-2020.

Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono mengatakan peningkatan kegiatan sektor Industri Pengolahan sejalan dengan  hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang tercatat SBT kegiatan usaha Industri Pengolahan sebesar 0,83% pada triwulan I-2021, meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar -0,47%.

Menurut Erwin, terjadi peningkatan terjadi pada hampir seluruh komponen pembentuk PMI-BI, terutama volume total pesanan, volume persediaan barang jadi, dan volume produksi yang berada dalam fase ekspansi.

“Responden menyatakan peningkatan volume produksi tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan yang meningkat saat HBKN Imlek serta adanya persiapan Ramadhan dan HBKN Idulfitri,”tuturnya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI

Sementara itu, untuk penggunaan jumlah tenaga kerja, pada kuartal I 2021 tercatat masuk fase kontraksi namun sudah berangsur membaik mencapai  47,54%, lebih tinggi dibandingkan 44,95% pada triwulan sebelumnya sejalan dengan peningkatan volume produksi pada periode tersebut. Kemudian untuk komponen kecepatan penerimaan barang input pada kuartal I meningkat meski masih terbatas, dengan indeks sebesar 44,51%.

“Perbaikan kecepatan penerimaan barang input diindikasi didorong oleh kelancaran distribusi dan pasokan semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, jika berdasarkan subsektor, peningkatan kinerja PMI-BI kuartal I terjadi pada hampir seluruh subsektor Industri Pengolahan. Sejumlah subsektor tercatat berada dalam fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada subsektor Makanan, Minuman dan Tembakau 53,55%, diikuti Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet 51,83%.

Lebih lanjut, Erwin mengatakan kinerja sektor industri pengolahan akan kembali meningkat di kuartal II, dengan perkiraan sebesar 55,25%, meningkat dari triwulan sebelumnya.

“Peningkatan PMI-BI didorong oleh seluruh komponen pembentuknya, terutama volume produksi, volume total pesanan, dan volume persediaan barang jadi yang berada pada fase ekspansi,” katanya.

Selain itu, seluruh sub sektor diperkirakan akan berada pada fase ekspansi, terutama subsektor Kertas dan Barang Cetakan, sub sektor Makanan, Minuman dan Tembakau, serta sub sektor Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet.

“Responden memperkirakan peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan permintaan pada bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN