Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan paparan tentang Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, Rabu (24/11/2021). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan paparan tentang Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, Rabu (24/11/2021). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

BI Proyeksikan Transaksi Bank Digital 2022 Tembus Rp 48.000 Triliun

Rabu, 24 November 2021 | 17:13 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) memproyeksi nilai transaksi ekonomi keuangan digital akan meningkat sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional dan meningkatnya akspetasi masyarakat terhadap digitalisasi.

“Transaksi e-commerce mencapai Rp 530 triliun. Bahkan transaksi perbankan digital tumbuh lebih fantastis, yakni mencapai Rp 48.000 triliun,”ujar Gubernur BI Perry Warjiyo.

Bahkan kenaikan transaksi digital banking ini meningkat 22,6% dari proyeksi transaksi digital banking tahun ini yang mencapai Rp 39.130 triliun. Sedangkan transaksi uang elektronik di tahun depan akan mencapai Rp 337 triliun.

Perry menuturkan, pemulihan ekonomi tahun 2022 akan berjalan lebih seimbang di ranah global, seiring meredanya Covid-19, pembukaan sektor tertentu, dan realisasi beberapa stimulus kebijakan moneter Bank Indonesia.

Untuk kinerja ekonomi dalam negeri, bank sentral memproyeksi pertumbuhan ekonomi akan mencapai 4,7 - 5,5% pada tahun 2022. Di tahun 2021, ekonomi diproyeksi tumbuh 3,4– 4%.

"Sinergi dan inovasi, kunci untuk bangkit dan optimis. Ekonomi Indonesia akan pulih tahun depan. Inilah semangat BI untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, OJK, LPS, dan perbankan," beber dia.

Selain itu, bank sentral juga proyeksi konsumsi dan investasi meningkat, didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan.

Kemudian percepatan vaksinasi dan pembukaan kembali 24 sub sektor prioritas, di antaranya makanan dan minuman, industri kimia, otomotif, karet, logam dasar, kertas, TPT dan alas kaki, serta UMKM.

"Ini sangat penting agar imunitas massal segera tercapai, dan lebih banyak sektor dibuka kembali agar ekonomi kembali pulih dan dalam jangka panjang pertumbuhan lebih tinggi menuju Indonesia maju," pungkas Perry.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN