Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

BI Revisi Pertumbuhan Kredit

Jumat, 19 Februari 2021 | 09:58 WIB
Triyan Pangastuti ,Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan, kondisi likuiditas di perbankan dan pasar keuangan tetap longgar.

Sejak tahun 2020, BI telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sebesar Rp 750,38 triliun (4,86% dari PDB), yang terdiri atas Rp 726,57 triliun pada tahun 2020 dan sebesar Rp 23,81 triliun pada tahun 2021 (per 16 Februari 2021).

Perry Warjiyo. Foto: IST
Perry Warjiyo. Foto: IST

Sinergi ekspansi moneter BI dengan akselerasi stimulus fiskal pemerintah terus diperkuat dengan pembelian SBN oleh BI di pasar perdana. Setelah pada 2020 BI membeli SBN dari pasar perdana sebesar Rp 473,42 triliun, tahun ini (hingga 16 Februari) BI telah membeli SBN dari pasar perdana sebesar Rp 40,77 triliun.

Kondisi likuiditas yang longgar pada Januari 2021 telah mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/ DPK) yakni 31,64% dan petumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tinggi sebesar 10,57% (yoy).

Perkembangan outstanding kredit perbankan umum
Perkembangan outstanding kredit perbankan umum

Dalam pandangan Perry, penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong. Longgarnya likuiditas dan penurunan BI7DRRR sebesar 125 bps sepanjang 2020 mendorong rendahnya rata-rata suku bunga PUAB overnight sekitar 3,04%.

Suku bunga deposito satu bulan juga telah menurun sebesar 181 bps ke level 4,27% pada Desember 2020.

Kredit properti dan kredit konsumsi
Kredit properti dan kredit konsumsi

“Sayangnya, penurunan suku bunga kredit cenderung terbatas, hanya sebesar 83 bps ke level 9,70% selama tahun 2020. Lambatnya penurunan suku bunga kredit disebabkan oleh masih tingginya suku bunga dasar kredit (SBDK) perbankan. Selama 2020, SBDK perbankan baru turun sebesar 75 bps menjadi 10,11%. Hal ini menyebabkan tingginya spread SBDK dengan suku bunga BI7DRR dan deposito satu bulan masing-masing sebesar 6,36% dan 5,84%,” kata Perry.

Suku bunga acuan bulanan BI
Suku bunga acuan bulanan BI

Gubernur BI juga menjamin ketahanan sistem keuangan tetap terjaga. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan Desember 2020 sebesar 23,81%. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) sebesar 3,06% (bruto) dan 0,98% (neto).

Meski likuiditas longgar, kredit masih terkontraksi pada Januari 2021 sebesar 1,92% (yoy) dibandingkan dengan kontraksi 2,41% (yoy) pada Desember 2020.

Suku bunga kredit modal kerja dan kredit investasi
Suku bunga kredit modal kerja dan kredit investasi

“Dengan perkembangan tersebut, BI merevisi proyeksi pertumbuhan kredit/pembiayaan pada tahun 2021 dari semula pada kisaran 7%-9% menjadi 5%-7%,” tegas Perry. (hg)

Baca juga

https://investor.id/business/suku-bunga-acuan-35-terendah-dalam-sejarah

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN