Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

DI LEVEL 3,5%,

BI: Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan Makin Terbatas

Kamis, 25 Februari 2021 | 15:00 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id   - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, sepanjang 2020, suku bunga acuan BI sudah turun 125 basis poin menjadi 3,75% pada akhir Desember 2020. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar pada 17-18 Februari Desember 2020, suku bunga acuan juga kembali diturunkan sebesar 25 basis poin menjadi 3,5%. Ini membuat ruang untuk kembali menurunkan suku bunga menjadi lebih terbatas.

"Kami sampaikan tentu saja dengan sekarang BI sudah sangat agresif menurunkan suku bunga menjadi 3,50% dengan sasaran inflasi 3%, room kami untuk menurunkan suku bunga jadi lebih terbatas," kata Perry Warjiyo dalam acara Economic Outlook 2021, Kamis (25/2/2021).

Ditegaskan Perry, dalam menentukan suku bunga kebijakan BI, inflasi selalu menjadi pertimbangan utama. Karenanya, suku bunga acuan menjadi berbeda pada tiap-tiap negara karena tingkat inflasinya pun berbeda.

“Inflasi di negara maju mendekati 0%, Indonesia kan sasarannya 3% plus minus 1%. Itu sebagai dasar kenapa, karena inflasi rendah kami turunkan," jelasnya.

Perry menambahkan, dalam menentukan kebijakan suku bunga acuan, BI juga  perlu menjaga perbedaan suku bunga di dalam dan luar negeri. Sebab sebagai negara berkembang, Indonesia masih membutuhkan aliran modal asing dari luar negeri di pasar keuangannya.

Tetapi meskipun ruang penurunan suku bunga sudah terbatas, Perry menegaskan bukan berarti Bank Indonesia tidak mendukung upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.

“Bukan berarti BI tidak mendorong pemulihan ekonomi. Kami bersama OJK berupaya menurunkan suku bunga kredit di perbankan. Kami juga menambah likuiditas di perbankan untuk mendorong pemulihan ekonomi, dan juga ikut membiayai APBN. Jadi memang BI sudah all-out, semua instrument digunakan untuk memulihkan ekonomi,” tegas Perry.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN