Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

BI: Rupiah Segera di Bawah 15 Ribu Per Dolar AS

Triyan Pangastuti, Rabu, 6 Mei 2020 | 10:30 WIB

Jakarta – Bank Indonesia meyakini rupiah akan terus bergerak stabil dipicu faktor positif seiring pelonggaran kebijakan lockdown di  sejumlah  di negara dan prospek pemulihan ekonomi global.

"Hari ini juga banyak berita positif yang insyaAllah membuat rupiah kita bergerak ke di bawah Rp 15 ribu,” kata Gubernur Bank Indonesia,  Perry Warjiyo, dalam media briefing, Rabu (6/5/2020).

Ia mengatakan, dalam jangka pendek rupiah memang masih akan bergerak fluktuatif yang dipengaruhi oleh faktor teknikal terkait pemberitaan. 

Perry menjelaskan, pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi faktor positif terkait pelonggaran kebijakan lockdown di Amerika Serikat dan Eropa, sehingga aktivitas kegiatan masyarakat dan dunia usaha dapat berjalan.

Kemudian faktor pernyataan anggota Federal Reserve yang memproyeksikan bahwa ekonomi AS akan membaik di semester II, meskipun perkirannya semester I akan mengalami resesi.

"Faktor positif lainnya terkait pergerakan harga minyak yang mulai kembali meningkat" jelasnya.

Kendati begitu, masih ada beberapa faktor negatif yang memengaruhi pelemahan rupiah. Salah satunya adalah ketegangan AS dan Tiongkok , terkait tudingan Trump bahwa Tiongkok lah yang telah menyebarkan Covid-19 .

“Jadi lebih baik kita melihat faktor trennya itu yang akan menentukan arah ke depan supaya kita lebih bisa memahami perkembangan,” tukasnya.

Akan tetapi selain faktor teknikal, Perry menegaskan perlunya melihat tren faktor fundamental yang akan menentukan arah ke depan. Indikator inflasi tetap rendah. Defisit transaksi berjalan kuartal I diperkirakan di bawah 1,5%.

Data Bloomberg menyatakan, rupiah pukul 09.35 WIB di pasar spot exchange berada di level Rp 15.114 per dolar AS atau melemah 34,0 poin (0,23 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya. Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 15.060 - Rp 15.122 per dolar AS.

Inflow

Perry Warjiyo mengatakan pula, pergerakan rupiah yang stabil akan mendorong aliran modal asing masuk. Selama Maret 2020, terjadi outflow yang besar, yaitu senilai Rp 121,26 triliun. Hal ini disebabkan oleh kepanikan di pasar global akan dampak wabah Covid-19.

" Alhamdulilah April mulai terjadi inflow, meskipun masih ada outflow, tetapi keseluruhan April outflow sebesar Rp 2,14 triliun," jelasnya.

Perry menegaskan, secara tren outflow akan lebih kecil dibandingkan inflow. Dia menyebutkan, pada minggu pertama April, terdapat inflow Rp 5,73 triliun. Kemudian, pada minggu kedua April terdapat outflow senilai Rp 7,98 triliun.

Lalu pada minggu III tercatat outflow   senilai Rp 2,41 triliun dan minggu terakhir April inflow senilai Rp0,1 triliun dan Rp 2,42 triliun.

Sementara, pada minggu pertama Mei hingga tanggal 5 tercatat inflow senilai Rp 1,17 triliun.

“Selain itu, periode inflow SBN mulai kelihatan April, dan Mei akan lebih kelihatan. Juni akan lebih kelihatan lagi. Jadi periode itu mendasari kenapa kami yakin inflow akan masuk dan mendukung pembiayaaan pemerintah untuk menangani Covid-19 dan mendukung stabilitas rupiah," kata Perry.***

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN