Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

BI : Sektor Maritim Berpotensi Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang

Jumat, 7 Mei 2021 | 21:32 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan sektor maritim berpotensi untuk perekonomian jangka panjang. Menurutnya maritim dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya untuk jangka pendek tetapi juga jangka menengah dan panjang.

“Karena potensinya  besar yaitu satu setengah kali dari PDB (Produk Domestik Bruto) sementara yang yang dimanfaatkan baru 25%. Saya kira itu potensi-potensi yang yang perlu kita bisa gali,” ucap Perry dalam acara ISEI Webinar Serial Kebijakan Publik pada Jumat (7/5).

Ia mengatakan arah pengembangan industri maritim akan dilakukan secara lebih berkelanjutan, eco friendly, kompetitif,dan memiliki nilai tambah. Dalam hal ini kebijakan diarahkan lebih ke perikanan budidaya. Untuk perikanan tangkap juga berpotensi tetapi harus dilakukan secara baik sehingga bisa menjamin kesinambungan ekosistem laut.

“Potensi maritim arahnya ke budidaya meskipun untuk tangkap masih dimungkinkan dengan regulasi yang ketat dan transparansi yang jelas,” kata Perry.

Untuk pengembangan industri maritim diperlukan adanya kebijakan dan ekosistem yang terintegrasi. Mulai dari kemampuan produksi, kontrol terhadap produk, pemasaran, investasi hingga pengawasan lingkungan. Hal ini juga memerlukan dukungan infrastruktur agar proses distribusi berjalan lancar  dan bisa masuk ke rantai pasok.

“Sering kita hadapi budidaya-nya bagus tetapi sarana untuk distribusi logistik seperti kapal dan kontainer  belum memadai. Perlu ada kebijakan yang terintegrasi untuk membentuk ekosistem end to end,” tutur Perry.

Perry mengatakan dalam pengembangan industri maritim harus ada kejelasan kemitraan baik dari pelaku usaha hingga nelayan yang bekerja langsung di laut. Sebab sektor maritim  tidak hanya  mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan tetapi juga harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kemitraan akan mengurangi persaingan yang tidak sehat dan memberikan perlindungan kepada nelayan.

“Sehingga nelayan kecil bisa terjaga kesejahteraannya, tidak tergiur untuk melakukan penangkapan dan budidaya yang mungkin kurang sejalan dengan nilai tambah dan kesinambungan,” kata Perry.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan pihaknya mendorong agar perbankan bisa lebih banyak masuk untuk memberikan kredit perikanan. BI melalui sejumlah kantor perwakilan di darah juga berperan dari sisi advokasi ke pemerintah daerah, asosiasi, bahkan akademisi di universitas yang berperan  di  level think tank.

“Hal ini nanti sebagai bagian kita menyumbangkan (untuk sektor maritim), tentunya ide dan pemikiran untuk sektor-sektor yang sifatnya bisa menarik perekonomian daerah itu bergerak termasuk melalui maritim ini,” kata Dody.

Dody mengatakan dalam waktu dekat BI juga akan mengeluarkan kebijakan makroprudensial untuk sektor produktif. Tentunya termasuk sektor maritim dan perikanan.

“Mungkin kita harus menunggu  kebijakan itu beberapa waktu tetapi sifatnya adalah targeted kepada sektor secara agregat,” kata Dody.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN