Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO: Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO: Bank Indonesia

PROSES ADMINISTRASI DENGAN THE FED SELESAI

BI Tegaskan Belum akan Gunakan Repo Line

Triyan Pangastuti, Kamis, 9 April 2020 | 16:32 WIB

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, proses administrasi kerja sama penyediaan fasilitas repurchase agreement line (repo line) senilai US$ 60 miliar dengan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) telah selesai. Namun, fasilitas pemenuhan kebutuhan dolar ini diperuntukkan sebagai langkah antisipasi dan hanya digunakan jika diperlukan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dengan telah selesainya proses administrasi kerja sama repo line antara BI dan The Fed yang diwakili oleh The Fed of New York itu, maka fasilitas tersebut sudah siap digunakan jika dibutuhkan.

"Masalah legal, administrasi, dan teknikal terkait fasilitas repo line sudah selesai. Jadi, sewaktu-waktu bisa digunakan. Ini adalah repo line, bukan swap line, sehingga tidak menambahkan cadangan devisa. Tapi, kami tidak akan menggunakan ini dalam waktu dekat," tegas Perry dalam media briefing secara virtual di Jakarta, Kamis (9/4).

Perry menjelasakan, kerja sama ini berbentuk repo line sehingga jika BI membutuhkan likuditas dolar bisa menggunakannya, dan bukan berbentuk swap line. Untuk mendapatkan fasilitas itu, Bank Indonesia me-repo-kan atau menjaminkan Treasury Bill (T-Bill) yang dimiliki.

Perry mengeklaim bahwa keberhasilan kerja sama ini menunjukkan tingkat kepercayaan dari bank sentral AS kepada Indonesia, sebab tak banyak negara berkembang (emerging market) yang diberikan fasilitas repo line ini.

Kerja sama ini juga memberikan keyakinan kepada inevstor asing bahwa kondisi ekonomi dalam negeri memiliki fundamnetal yang terjaga. "Ini kepercayaan yang diberikan terhadap kita bagaimana ekonomi dikelola dan bagaimana prospek ekonomi  ke depan. Insya Allah akan lebih baik," pungkas dia. 


 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN