Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

MESKI KASUS COVID-19 NAIK,

BI Tetap Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 21 Januari 2021 | 21:10 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021, pada kisaran 4,8 - 5,8% meski di tengah kasus Covid-19 yang meningkat dan pelaksanaan kebijakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diberlakukan di awal tahun ini untuk wilayah Jawa dan Bali.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan permasalahan yang dihadapi berbeda dengan krisis krisis sebelumnya sebab epicentrum terjadi di Covid-19. Bahkan kenaikan kasus Covid-19 di Januari dan Desember mempengaruhi aktivitas perekonomian, terutama mobilitas masyarakat.

Di sisi lain, Perry mengatakan bahwa aktivitas perekonomian masih terus naik. Hal ini ditunjukkan oleh pertumbuhan ekspor dan impor, ekspansi fiskal dan konsumsi.

"Aktivitas perekonomian masih terus naik, tadi kami sampaikan ekspor dan impor itu meningkat cukup tinggi. Ekspor terutama ke Tiongkok, AS dan Asean," ujar Perry Warjiyo dalam RDG Kamis (21/1).

Untuk kinerja ekspor pada bulan Desember sebesar US$ 16,5 merupakan yang tertinggi sejak tahun 2013 atau tumbuh 14,6% yoy. Kenaikan kinerja ekspor akan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Kedua, terkait dengan ekspansi fiskal, menurutnya Kementerian Keuangan dan KL akan terus mempercepat akselerasi ekspansi fiskal, tak hanya melalui belanja bantuan sosial.

“Selain itu, ekspansi belanja modal melalui pembangunan infrastruktur oleh Kementerian PUPR ini mendorong ekspansi fiskal investasi dan pertumbuhan ekonomi”jelasnya.

Tingkat Kenaikan Konsumsi Lebih Rendah

Kendati begitu, Perry tak menampik bahwa pembatasan mobilitas masyarakat juga memberikan dampak terhadap konsumsi masyarakat dengan kenaikan yang lebih rendah dari perkiraan BI.

“Konsumsi masih naik tapi tingkat kenaikannya sedikit lebih rendah yang kami perkirakan. Kami sampaikan bahwa ekspektasi penjualan eceran masih naik dan ekspektasi konsumen juga masih naik meskipun tingkat kenaikannya sedikit lebih rendah dari kita perkirakan,”jelasnya.

Sementara itu, program vaksin nasional yang telah dimulai pada awal Januari 2021 dan disiplin yang tetap dibarengi dengan penerapan protokol Covid-19 diharapkan dapat mendukung proses pemulihan ekonomi domestik.

Selain itu, lima langkah kebijakan juga akan menopang prospek pembukaan sektor-sektor produktif dan aman secara nasional maupun di masing-masing daerah,  akselerasi stimulus fiskal.

“Ketiga untuk penyaluran kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran, keempat berlanjutnya stimulus moneter dan makroprudensial, serta kelima percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya terkait pengembangan UMKM,”jelasnya.

Sementara itu perkembangan global, menurut Perry pemulihan perekonomian global diperkirakan berlanjut pada 2021. Sejalan dengan aktivitas ekonomi global diperkirakan terus meningkat, didorong oleh implementasi vaksinasi Covid-19 di banyak negara serta keberlanjutan stimulus kebijakan fiskal dan moneter.

Pemulihan ekonomi global tersebut ditopang terutama oleh Tiongkok dan Amerika Serikat (AS), serta sejumlah negara maju seperti Eropa dan Jepang, dan negara berkembang seperti India dan ASEAN yang tercermin dari sejumlah indikator dini pada Desember 2020 yang terus menunjukkan perbaikan ekonomi. Di antaranya Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur dan jasa di AS, Tiongkok, dan India melanjutkan fase ekspansi.

“Selain itu, keyakinan konsumen, terutama di Tiongkok dan kawasan Eropa, juga terus membaik, dan keyakinan bisnis di banyak negara melanjutkan peningkatan. Perbaikan ekonomi global tersebut mendorong berlanjutnya kenaikan volume perdagangan dan harga komoditas dunia,”jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, BI akan terus memantau berbagai perkembangan dari waktu ke waktu seperti vaksinasi, global ekspansi fiskal belanja modal dan kenaikan investasi.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dalam menempuh langkah-langkah kebijakan lanjutan agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif mendorong pemulihan ekonomi,”tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN