Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022 yang bertemakan Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (30/11). (Foto: Primus Dorimulu)

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022 yang bertemakan Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (30/11). (Foto: Primus Dorimulu)

BI Ungkap Lima Isu Ekonomi Global yang Harus Diwaspadai di 2023

Rabu, 30 Nov 2022 | 13:56 WIB
Pudja Lestari (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) merilis proyeksi ekonomi Indonesia di tahun 2023. BI menilai ekonomi global masih akan bergejolak di tahun depan, masyarakat diminta untuk waspada. Untuk itu, setidaknya ada lima isu ekonomi global yang harus diwaspadai.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan lima isu ekonomi global yang diprediksi akan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional di tahun depan. Perry menjelaskan diprediksi perekonomian global di tahun 2023 akan menurun (slow growth) yang akan menimbulkan efek domino terhadap peningkatan risiko resesi di Amerika Serikat dan Eropa.

Baca juga: BI Terbitkan Desain Pengembangan Rupiah Digital

“Kedua, Perry menyebut inflasi juga diperkirakan masih sangat tinggi disebabkan oleh harga energi dan pangan global yang belum stabil,” ungkapnya dalam pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022, Rabu (30/11/2022).

Advertisement

Perry juga mengungkapkan suku bunga The Fed diperkirakan akan meningkat (higher for longer), bahkan dapat mencapai 5% dan tetap tinggi sepanjang 2023. Dolar Amerika Serikat (AS) juga diprediksi akan sangat kuat sehingga berimbas pada tekanan depresiasi nilai tukar negara lain termasuk terhadap rupiah Indonesia.

Baca juga: BI Waspadai Risiko Global yang Berpotensi Ganggu Ekonomi Domestik

“Kelima, cash is the king. Penarikan dana investasi global dan mengalihkan ke aset likuid karena resiko yang tinggi,” tambah Perry.

Perry menjelaskan, kelima isu ekonomi global ini disebabkan oleh kondisi geopolitik dunia yang belum stabil, seperti perang Rusia dan Ukraina yang belum dapat diprediksi kapan berakhir dan perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang memanas.

Baca juga: Jokowi: Kondisi Global ke Depan Sulit Diprediksi

Tidak hanya itu, lanjutnya, BI juga menyebut pandemi Covid-19 masih membawa pengaruh terhadap perekonomian global, seperti Tiongkok yang masih harus menerapkan lockdown untuk sejumlah kota dalam periode enam bulan mendatang. Lockdown ini menyebabkan pasokan distribusi tersendat sehingga berdampak pada harga energi pangan yang tinggi.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com