Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

BI Yakini Inflasi Tepat Sasaran 3% Plus Minus 1%

Triyan Pangastuti, Senin, 2 Maret 2020 | 23:57 WIB

JAKARTA, investor.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini laju inflasi akan terkendali sesuai sasaran 3% plus minus 1% hingga akhir tahun. Hal ini seiring dengan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menrinci inflasi Februari sebesar 0,28%  secara year to date atau secara tahunan 2,98%.

Perry mengatakan inflasi yang terkendali disebabkan permintaan dalam ekonomi masih lebih rendah dari kapasitas produksi. Artinya, kenaikan permintaan dan dampaknya pada inflasi itu sangat kecil.

“Jika istilah teknis kesenjangan output atau output gap negatif jadi kenaikan perminatan dampak ke inflasi dampak kecil,” jelasnya dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (2/3).

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Kemudian kedua terkait harga harga impor juga turun rendah sehingga dampak dari harga impor terhadap inflasi juga rendah .

Lanjut dia, untuk faktor ketiga terkait dampak nilai tukar Rupiah terhadap inflasi juga masih rendah, sebab pelemahan rupiah tak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga terjadi di berbagai negara.

“Kami yakin pelemehan rupiah sementara sebab kenaikan premi risiko atau credit default swap (CDS) global bukan karena fundamental, sebab investor global seluruh dunia tidak hanya di Indonesia  alami risk off, jadi lepas dulu Insyaaalah akan beli. Keseluruhan kita yakini rupiah akan bergerak stabil dan dampak ke inflasi rendah,” tuturnya.

Keempat koordinasi yang erat BI dengan pemerintah baik pusat maupun daerah. Di mana ada Tim Pengendali Inflasi dengan anggota dan kementerian dan lembaga yang selalu mengatasi gangguan jangka pendek pada pasokan.

"Jadi dengan alasan keempat itu, BI yakin inflasi terkendali pada tiga persen plus minus satu persen. Kemarin sudah diatasi bawang putih, minyak goreng dan ke depan pasokan beras cukup itu langkah koordinasi erat di pusat dan daerah,” ujarnya. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN