Menu
Sign in
@ Contact
Search
Wisatawan menikmati pemandangan di area objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Minggu (16/2/2020). Dinas Pariwisata Bali menaksir kehilangan pendapatan dari pariwisata sekitar Rp 10 miliar dalam waktu hampir sebulan akibat pembatalan kunjungan sekitar 20.000 wisatawan Tiongkok ke Bali karena merebaknya wabah virus korona yang berasal dari Tiongkok.

Wisatawan menikmati pemandangan di area objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Minggu (16/2/2020). Dinas Pariwisata Bali menaksir kehilangan pendapatan dari pariwisata sekitar Rp 10 miliar dalam waktu hampir sebulan akibat pembatalan kunjungan sekitar 20.000 wisatawan Tiongkok ke Bali karena merebaknya wabah virus korona yang berasal dari Tiongkok.

BI: Resesi Global Berpotensi Pengaruhi Ekonomi Bali

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 14:20 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

BALI, investor.id - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Gusti Agung Diah Utari mengatakan perlambatan ekonmi global 2023 atau resesi berpotensi kembali mempengaruhi kinerja prekonomian Bali.

Sebagaimana diketahui, penopang ekonomi Bali sangat dipengaruhi oleh wisatawan nusantara dan mancanegara. Sehingga secara otomatis industri pariwisata berpotensi kembali kontraksi, di tengah risiko lain seperti inflasi yang meningkat.

"Pemulihan ekonomi nasional dan global menghadapi tantangan kedepan, sisi perlambatan ekonomi global dan peningkatan inflasi dan ketidakpastian di pasar keuangan. Ini berpotensi mempengaruhi potensi kedatangan wisatawan nusantara dan mancanengara dalam negeri"ucapnya dalam diskusi Pelatihan Bank Indonesia bersama Media, Sabtu (1/10/2022).

Baca juga: Bank Indonesia Sebut Pemulihan Ekonomi Dorong Ekspansi Kredit Korporasi

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa laju inflasi Bali pada Agustus tercatat 6,38%, tertinggi ke enam secara nasional. 

Oleh karena itu, KPW BI cabang Bali juga selalu berkolaborasi dan bersinergi bersama Pemda setempat untuk melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi.

“Kami kerja sama untuk gerakan nasional inflasi pangan. Pengendalian tersebut dilakukan dengan Pemda untuk bagikan 77.000 bibit cabai ke seluruh Kabupaten/Kota. Kami dorong kerja sama antar daerah fasilitasi daerah suplus dan minus,” tutur Diah.

Baca juga: Mulai Membaik, Pariwisata Bali Diperkirakan Baru Pulih Penuh 2024

Meski demikian, secara umum ekonomi Bali saat ini sudah menunjukkan penguatan pemulihan ekonomi lebih baik dibandingkan dua tahun terakhir yakni 2020 dan 2021 disaat awal pandemi Covid-19 melanda. Membaiknya ekonomi BI juga tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang  melonggarkan berbagai aturan perjalanan seiring menurunnya kasus covid-19 sehingga mendorong mobilitas masyarakat turut meningkat khususnya untuk wisatawan mancanegara dan nusantara yang mulai kembali melakukan perjalanan ke Bali.

"Di kuartal II 2022 (Bali) bisa tumbuh sebesar 3,04% ini meningkat dari sebelumnya 1,4%, pemulihan ini berkat pulihnya kembali pariwisata pelonggaran PPLN, PPLDN"ucapnya.

Adapun catatannya pada September 2022 jumlah kedatangan dari Luar Negeri mencapai 1,1 juta orang dan kedatangan dalam negeri 2,7 juta. Meskipun masih jauh dibandingkan tahun 2019, namun BI Bali tetap optimis dengan adanya perhelatan KTTG20 pada  November mendatang dapat makin menggeliatkan wisata di Bali.

"Dengan pulih dan bangkit ekonomi Bali, sisi sistem sekor keuangan mulai pulih kredit mulai pulih meski tingkat risiko pembiayaan cukup tinggi tercermin loan at risk tinggi. Kemudian sisi pembayaran meningkat indikator sistem pembayaran," ucapnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com