Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Duta Pertiwi Hentikan operasional hotel La Grandeur Jakarta.

Duta Pertiwi Hentikan operasional hotel La Grandeur Jakarta.

DAMPAK PANDEMI COVID-19

Bisnis Perhotelan Jakarta dan Bali Terpuruk

Imam Mudzakir, Rabu, 8 April 2020 | 21:41 WIB

JAKARTA, Investor.id -Konsultan Property Colliers International Indonesia menilai, dampak dari pandemi virus corona (Covid-19) telah membuat industri hotel sangat terpuruk dan bahkan terpaksa harus menutup kegiatannya, serta merumahkan sejumlah karyawannya.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto mengungkapkan bahwa, industri hotel di Jakarta dan Bali sangat terpuruk akibat dari Covid-19 ini. “Covid-19 membuat industri hotel sangat terpuruk dan bahkan terpaksa harus menutup kegiatannya dan merumhakan sejumlah karyawannya,” ungkap Ferry, Jakarta, Rabu (8/4).

Ferry menjelaskan, industri hotel di Jakarta pada bulan Februari belum begitu merasakan dampak Covid-19. Namun gejala sudah ada yang tercermin pada turunnya kegiatan beberapa perusahaan, khususnya yang melibatkan pihak asing . “Penurunan kinerja mulai sangat terasa di bulan Maret saat pemerintah mengumumkan kasus Covid-19 di Indonesia dan banyak kegiatan yang dibatalkan,” katanya.

Menurut dia, kinerja hotel di Jakarta masih tergantung pada kondisi bisnis di dunia dan Jakarta. Performa tahun 2020 ini akan mengalami penurunan. Apabila pandemik Covid-19 terselesaikan di kuartal ketiga, paling tidak akan ada pemasukan di kuartal keempat, dan diharapkan kembali normal pada di tahun 2021.

Sedangkan di Bali, industri perhotelan mulai menurun semenjak pemerintah resmi menutup penerbangan dari dan ke Tiongkok. Pasalnya, wisatawan dari Tiongkok ini merupakan pasar terbesar ketiga di Bali. “Dikabarkan bulan Maret semakin menurun karena wisatawan domestik pun lebih memilih untuk tidak berpergian,” ujar Ferry.

Data dari Colliers menyebutkan bahwa ada 25 hotel di Jakarta yang berhenti alias tutup sementara operasionalnya dan ada 9 hotel yang dialihfungsikan. Ke 25 hotel yang berhenti operasional sementara tersebut adalah satu hotel bintang lima, yaitu Gran Melia Jakarta, sebelas hotel bintang 4 , 13 hotel bintang 3, seperti Hotel Santika TMII, Sofyan Hotel Cu Meutia, dan Putri Duyung Ancol.

Sedangkan ada sembilan hotel yang dialihfungsikan untuk tenaga medis, antara lain hotel bintang 4 Grand Cempaka Hotel, Ibis Senin, Mercure Cikini, dan sejumlah hotel lainnya.

Bali Turun Drastis

Sementara itu, kunjungan wisatawan di Bali mulai turun tajam dpada bulan Februari sebesar 30%. Penurunan paling tajam dari wisatawan Tiongkok sebesar 96%, sedangkan wisatawana dari Australia turun sebesar 19%.

Berdasarkan data dari TPI Imigrasi Ngurah Rai, Bali bahwa dari tanggal 1-12 Maret 2020 tercatat 113,079 wisatawan asing mendarat di Ngurah rai. "Ini belum mencapai 50% dari total kunjungan di bulan Februari dan diperkirakan dua pekan sisanya mengalami penurunan karena banyak maskapai yang menutup penerbangannya dan semakin ketatnya peraturaan dari pemerintah terkait WNA yang masuk ke Indonesia.

“Beberapa hotel terpaksa menghentikan operasionalnya (tutup) merumahkan beberapa karyawannya, memberi promo besar besaran,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN