Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BKF Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. (IST)

Kepala BKF Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. (IST)

BKF Catat Realisasi PEN Rp 70,37 Triliun per 28 April

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:06 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.idKementerian Keuangan telah merealisasikan program pemulihan ekonomi nasional mencapai Rp 70,37 triliun hingga 28 April 2022. Angka tersebut setara dengan 15,4% dari alokasi pagu tahun 2022 senilai Rp 455,62 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengklaim realisasi tersebut tergolong baik, terutama dalam konteks penanganan kesehatannya. Dengan realisasi yang paling optimal berasal dari perlindungan masyarakat yang mencapai Rp 49,27 triliun atau 31,8% dari pagu Rp 154,76 triliun.

Baca juga: BKF: Kenaikan Harga Komoditas Perburuk Inflasi Negara Maju

“Realisasi anggaran perlindungan masyarakat ini meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) Rp14,15 triliun bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kartu Sembako Rp18,8 triliun bagi 18,8 juta KPM, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng Rp5,8 triliun bagi 19,3 juta KPM”ucapnya dalam Taklimat Media, Tanya BKF Jumat (13/5).

Kemudian BLT Desa Rp7,47 triliun bagi 6,13 juta keluarga, Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW) Rp1,7 triliun dengan target 1,76 juta PKLW dan nelayan serta Kartu Prakerja Rp1,4 triliun. “Perlindungan masyarakat berjalan sesuai dengan jadwal,” ujar Febrio.

Selain perlindungan masyarakat, realisasi program PEN yang juga cukup maksimal adalah penguatan pemulihan ekonomi yakni mencapai 5,2 persen dari pagu Rp178,32 triliun atau Rp9,22 triliun.

Realisasi penguatan pemulihan ekonomi ini terdiri atas program pariwisata Rp0,19 triliun, ICT Rp0,44 triliun, dukungan UMKM berupa subsidi bunga dan IJP Rp8,02 triliun serta insentif perpajakan Rp0,5 triliun.

Terakhir, untuk sektor kesehatan hingga 28 April 2022 realisasinya baru Rp11,87 triliun atau 9,7 persen dari pagu Rp 122,54 triliun.

Baca juga: Menkeu Merespons Risiko Ketidakpastian Global

Realisasi sektor kesehatan ditujukan untuk pembayaran klaim pasien sebesar Rp8,1 triliun, insentif tenaga kesehatan Rp1,6 triliun, insentif perpajakan vaksin dan alat kesehatan Rp1 triliun dan Dana Desa bagi penanganan COVID-19 Rp1,1 triliun.

“Kita pastikan insentif-insentif yang sudah kita pastikan bisa kita jalankan dengan baik,” tegas Febrio.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN