Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Natan Kacaribu

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Natan Kacaribu

BKF Klaim Inflasi April Relatif Rendah dibandingkan Banyak Negara

Jumat, 13 Mei 2022 | 13:49 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Febrio Kacaribu mengklaim kinerja inflasi Indonesia April mencapai 3,47% year on year (yoy) masih relatif rendah dan terkendali dibandingkan banyak negara yang saat ini inflasinya melonjak.

“Inflasi relatif rendah dibandingkan banyak negara dan (Inflasi April) masih sejalan dengan outlook pemerintah dalam range 3 plus minus 1%. Sejauh ini (kenaikan harga pangan dan energi) masih bisa mitigasi, jadi inflasi tertransmisi ke rumah tangga masih relatif bisa dikelola dengan baik,” tegas Febrio dalam Taklimat Media Tanya BKF, Jumat (13/5/2022).

Meski demikian, pemerintah akan terus mewaspadai dan memitigasi perkembangan inflasi dari waktu ke waktu untuk menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga. Apalagi saat ini beberapa komoditas pangan dan energi tengah mengalami kenaikan imbas dari perang Rusia-Ukraina.

Ia menyebut komponen IHK yang mengalami peningkatan, namun harganya masih relatif dapat dikelola dengan baik seperti bawang putih, bawang merah dan minyak goreng sharenya terhadap IHK tidak terlalu besar.

Baca juga: Pemerintah Evaluasi Berkala Dampak Larangan Ekspor CPO

Sementara itu harga minyak goreng curah saat ini secara year to date minus 4%, bahkan harga cabai rawit dan cabai merah disebutnya juga sudah relatif rendah dan harga beras juga masih relatif terkendali yang didukung oleh faktor curah hujan dalam kurun waktu dua tahun terakhir yang masih cukup tinggi.

Lebih lanjut untuk kelompok volatile food pada April 2022 mengalami inflasi 2,3% month to month (mtm) meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang tercatat 1,99% (mtm). Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh inflasi minyak goreng, daging dan telur ayam ras, serta ikan segar.

“Kami terus jaga karena kami harus memastikan daya beli masyarakat miskin dan rentan bisa dikelola dengan baik. (Naiknya) harga daging sapi karena momen Ramadan dan Idulfitri, semoga kedepan bisa terus dikelola dengan baik,” ucapnya.

Baca juga: Terkendali, BKF Catat Inflasi April Sebesar 3,47%

Menurutnya dominasi inflasi April didorong oleh kelompok pengeluaran makanan minuman, tembakau serta kelompok transportasi yang terkait bangkitnya mobilitas masyarakat.

Namun, lanjut dia, kenaikan inflasi inti pada April secara bulanan 0,36% dan secara tahunan 2,6% (yoy) mengindikasikan ekonomi masyarakat mulai bangkit tidak hanya membeli barang kebutuhan pokok, namun juga pakaian, alas kaki, rekreasi, makan di restoran.

“Masyarakat sudah lakukan aktivitas itu jadi permintaan meningkat cerminkan daya beli membaik. Kedepan langkah strategis akan dipertahankan, mitigasi dampak kenaikan harga komoditas energi dan bahan pangan di global dan kita letakan APBN shock absorber dampak ke daya beli masyarakat terus dapat dikelola dengan baik,” tuturnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN