Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Bahlil Lahadalia.

Bahlil Lahadalia.

BKPM akan Dorong Peningkatan Daya Saing Produk Garmen Dalam Negeri.

Triyan Pangastuti, Rabu, 11 Desember 2019 | 12:30 WIB

JAKARTA, investor.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan mendorong peningkatan daya saing produk garmen dalam negeri dari sisi hulu hingga hilir. Langkah ini untuk memitigasi banjirnya produk dari luar negeri

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan peningkatan daya saing dapat dilakukan dengan tiga langkah yakni merevitalisasi pabrik, memperbesar akses penetrasi UMKM terhadap perbankan, kemudian perbaikan regulasi yang tidak mempersulit para pelaku usaha.

“Negara harus hadir dalam membuat regulasi untuk memudahkan mereka termasuk dengan keringanan pajak, ini menjadi masalah juga,” jelasnya di Gedung BKPM, Jakarta, Rabu (11/12).

Bahlil mengatakan bahwa penterasi produk luar negeri saat ini telah mendomminasi pasar dalam negeri seperti di pasar Tanah Abang yang sudah sulit mendapatkan produk garmen produk dalam negeri.

“Nah kemudian kita mencari solusinya apa yang terbaik agar harga yang ada di kita itu tak jauh beda dengan harga yang dari negara lain yang melakukan impor ke negara kita” ujarnya.

Adapun tiga faktor yang bikin pabrik tekstil gulung tikar, yaitu upah tenaga kerja yang mulai naik menyebabkan perusahaan kesulitan untuk membayar gaji di tengah produksi yang tidak meningkat, kemudian masalah produk impor yang cukup mendominasi dan terkait biaya produksi bahan baku yang mahal disebabkan oleh mesin-mesin yang sudah lama, sehingga diperlukan peremajaan.

Meski begitu, Bahlil mengaku belum memiliki data terkait jumlah pabrik yang sudah mengalami gulung tikar. "Belum, kita belum punya data, kita nanti data teknisnya saya lagi minta teman-teman API dan APSyFI (Asosiasi Produsen Serat Sintesis dan Benang Filamen Indonesia) untuk melaporkan di hari Rabu. Kami akan tindak lanjuti di Rabu," jelas dia.

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum APSyFI Ravi Shankar mengatakan, pelaku usaha menginginkan kepastian pasar yakni terkait pemenuhan bahan baku dari hulu untuk bisa memenuhi kebutuhan bahan baku industri.

“Kepastian pasar dapat mendorong investasi, kemudian ada beberapa permasalahan yang membuat kita tidak kompetitif, masalah gas, masalah PLN, masalah aturan perpajakan, masalah aturan kepabeanan, lingkungan," ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap BKPM dapat mensinkronkan dan mengharmonisasi berbagai regulasi dengan kebijakan antar kementerian/lembaga.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA